Kota Metro, Fakta-news.com –
Sebanyak 76 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro mengikuti skrining HIV dan sifilis yang digelar di Aula Lapas Metro, Rabu kemarin 07 Oktober 2026 . (8/10/2026)

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Lapas Metro dengan Puskesmas Iringmulyo sebagai upaya deteksi dini sekaligus memutus rantai penularan penyakit menular di lingkungan lapas.
Skrining dilaksanakan oleh Tim Voluntary Counseling and Testing (VCT) Puskesmas Iringmulyo bersama petugas kesehatan Lapas Metro.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan pendataan peserta, dilanjutkan dengan edukasi mengenai HIV/AIDS. Sebelum menjalani pemeriksaan, setiap peserta mendapatkan konseling awal (pre-test counseling). Pemeriksaan dilakukan secara sukarela dengan menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan serta persetujuan peserta. Setelah pemeriksaan, peserta kembali mendapatkan konseling (post-test counseling) sesuai hasil yang diperoleh, disertai informasi mengenai langkah pencegahan dan pengendalian HIV.
Kondisi lapas yang padat menjadikan risiko penularan penyakit lebih tinggi dibandingkan lingkungan pada umumnya. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting untuk memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan penanganan yang tepat sejak awal.
Kepala Lapas Metro, Tetra Destorie dalam keterangannya menyampaikan bahwa kesehatan Warga Binaan merupakan bagian dari hak yang wajib dipenuhi.
“Setiap Warga Binaan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Skrining ini kami lakukan agar potensi penyakit menular dapat diketahui sejak dini, sehingga penanganannya lebih cepat dan penularannya dapat dicegah. Kami berterima kasih kepada Puskesmas Iringmulyo atas dukungan dan kerja samanya,” ujar Tetra.
Sementara itu Petugas kesehatan Lapas Metro mengatakan bahwa seluruh proses pemeriksaan dijalankan dengan menjaga kerahasiaan peserta dan bagi yang memerlukan penanganan lanjutan, akan dikoordinasikan dan rujuk sesuai indikasi medis.
Salah seorang perwakilan Warga Binaan inisial JM, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami senang bisa diperiksa dan mendapat penjelasan langsung dari petugas kesehatan. Awalnya ada rasa takut sih, tapi setelah ngobrol-ngobrol kami jadi lebih paham dan tenang aja gitu pak. Pokoknya terima kasih kepada Lapas Metro dan Puskesmas yang sudah peduli dengan kesehatan kami,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Metro bersama Puskesmas Iringmulyo akan memantau kondisi kesehatan Warga Binaan, memberikan edukasi berkelanjutan tentang pencegahan HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya, serta mendorong pelaksanaan skrining kesehatan secara berkala.
(Vindo)






