fakta news.com
Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Palembang menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) 2026 di Grand Atyasa Convention Center, Jalan Kapten A. Anwar Arsyad Nomor 22, Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Kamis (25/6/2026).

Mengangkat tema “Sinergi Pengusaha Muda – HIPMI Berdaya, Ekonomi Kota Palembang Berjaya”, Rakercab menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang selaras dengan upaya Pemerintah Kota Palembang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Palembang, Peby Anggi Pratama, mengatakan Rakercab merupakan momentum penting untuk melahirkan berbagai gagasan dan langkah konkret yang dapat memperkuat peran pengusaha muda dalam pembangunan daerah.
“Alhamdulillah Rakercab hari ini berjalan lancar dan sukses Forum ini menjadi wadah bagi seluruh pengurus untuk merumuskan strategi, program kerja, dan langkah taktis yang dapat diimplementasikan secara nyata.
Harapan kami, seluruh program yang dihasilkan mampu bersinergi dengan Pemerintah Kota Palembang sehingga visi Palembang berdaya dan ekonomi berjaya dapat terwujud,” ujarnya.
Menurut Peby, HIPMI tidak hanya berorientasi pada pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas bisnis anggotanya, tetapi juga berkomitmen membangun kepedulian sosial di kalangan pengusaha muda.
Ia menegaskan, keberhasilan seorang pengusaha tidak boleh diukur semata dari pencapaian bisnis, melainkan juga dari kontribusinya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Pengusaha harus memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ketika usaha berkembang dan sukses, jangan sampai melupakan kondisi lingkungan, masyarakat, maupun kota tempat kita tumbuh. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dijaga agar pertumbuhan ekonomi yang tercipta memberikan manfaat yang luas,”jelasnya.
HIPMI Kota Palembang terus membuka ruang kolaborasi melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas dan jaringan usaha. Mulai dari diskusi bisnis, pelatihan, hingga program kemitraan yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai daerah bahkan luar negeri.
Menurutnya, perkembangan dunia usaha saat ini menuntut pengusaha muda untuk tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga memiliki keberanian menembus pasar nasional hingga internasional.
“Untuk itu Kami terus mendorong anggota untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan daya saing produk. Melalui berbagai kegiatan sharing bisnis, kami ingin produk-produk pelaku usaha di Palembang dapat dikenal lebih luas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,”ujarnya.
Lebih lanjut di kesempatan tersebut, Peby juga mengungkapkan bahwa HIPMI Kota Palembang masih memiliki masa kepengurusan lebih dari dua tahun ke depan. Karena itu, Rakercab menjadi momentum penting untuk menyusun program-program strategis yang berdampak langsung bagi organisasi maupun masyarakat.
Melalui 12 bidang yang ada dalam struktur kepengurusan, HIPMI akan mengoptimalkan berbagai program pembinaan dan pendampingan kewirausahaan. Setiap bidang akan menjalankan kegiatan sesuai dengan fokus sektoralnya, seperti perbankan, pariwisata, ekonomi kreatif, olahraga, dan sektor strategis lainnya.
“Kami ingin setiap bidang menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan calon wirausahawan. Bentuknya bisa berupa pelatihan, seminar, sosialisasi, hingga praktik bisnis secara langsung. Tujuannya adalah mencetak lebih banyak pengusaha muda yang tangguh dan mampu menciptakan lapangan kerja,”katanya.
Ia meyakini kontribusi pelaku usaha, termasuk anggota HIPMI dari berbagai skala usaha, turut berperan dalam menjaga tren pertumbuhan tersebut.
“Anggota HIPMI berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. Kami optimistis keberadaan pengusaha muda memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Palembang dan akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi daerah,”jelasnya.
Pebi juga mengajak seluruh anggota HIPMI untuk tidak sekadar menjadi bagian dari organisasi secara formal, melainkan aktif berkontribusi melalui ide, program, dan aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat.
“Menjadi anggota HIPMI bukan hanya soal status atau identitas organisasi. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjalankan tanggung jawab, berkolaborasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta pembangunan daerah,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Peby mengundang para pengusaha muda yang belum tergabung dalam HIPMI untuk ikut bergabung dan berpartisipasi dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat di Kota Palembang.
“Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi pengusaha muda yang memiliki semangat untuk berkembang dan berkontribusi. HIPMI adalah rumah besar bagi para pengusaha muda untuk belajar, berjejaring, dan bersama-sama menciptakan dampak positif bagi kemajuan Kota Palembang,” tutupnya.
(Jovi)









