Banjarmasin, Faktanews-com –
Di balik aktivitas merawat ayam petelur, ada proses belajar, ketekunan, dan harapan yang tumbuh bagi Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Melalui pembinaan kemandirian bidang peternakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2, Warga Binaan tidak hanya belajar memelihara ternak, tetapi juga merasakan hasil dari perawatan yang dilakukan secara rutin. Pada Kamis (5/11), sebanyak 24 butir telur berhasil dipanen dari kandang ayam petelur.
Kegiatan diawali dengan perawatan ayam yang meliputi pembersihan kandang, pengecekan ketersediaan pakan dan air minum, serta pemantauan kondisi kesehatan ternak. Setelah itu, Warga Binaan melakukan pengumpulan telur sebagai bagian dari pemantauan hasil produksi.
Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Noval Gibran Fatah, turut mendampingi proses perawatan hingga pengumpulan telur. Dalam pendampingannya, ia memberikan arahan teknis agar Warga Binaan memahami pentingnya pemeliharaan yang teratur.
“Dalam pendampingan ini, kami mengarahkan Warga Binaan untuk memperhatikan kebersihan kandang, memastikan pakan dan air minum tersedia, serta memantau kondisi ayam setiap hari. Pengumpulan telur juga dilakukan secara rutin agar hasil produksi dapat terdata dengan baik,” jelas Noval.
Bagi salah seorang Warga Binaan berinisial A, kegiatan tersebut memberikan pengalaman tersendiri. Ia mengaku senang dapat terlibat langsung dalam pemeliharaan ayam hingga melihat hasilnya.
“Setiap hari kami belajar merawat ayam, mulai dari memberi pakan, menjaga kebersihan kandang, sampai mengumpulkan telur. Rasanya senang ketika melihat hasil perawatan bisa menghasilkan telur yang dapat dipanen,” ungkapnya.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa pembinaan peternakan ayam petelur dilakukan melalui praktik langsung agar Warga Binaan memahami proses pemeliharaan hingga pengelolaan hasil produksi.
“Kami memberikan pendampingan secara bertahap, sehingga Warga Binaan tidak hanya memahami cara merawat ayam, tetapi juga mengetahui bagaimana menjaga produktivitas dan mengelola hasil panen. Ini menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan di bidang peternakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pengembangan peternakan ayam petelur merupakan salah satu upaya memperkuat pembinaan kemandirian melalui kegiatan yang produktif dan memiliki nilai ekonomi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi Warga Binaan. Hasil produksi yang diperoleh juga menjadi motivasi agar mereka terus belajar, bekerja, dan mengembangkan kemampuan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Dari 24 butir telur yang berhasil dipanen, tersimpan lebih dari sekadar hasil peternakan. Ada pengalaman, keterampilan, dan semangat untuk terus berkembang. Melalui kegiatan di SAE 2, Lapas Banjarmasin berupaya menumbuhkan kemandirian Warga Binaan melalui proses pembinaan yang nyata dan berkelanjutan. (Humas Lapas Banjarmasin)












