Banjarmasin, Faktanews-com –
Keterampilan memangkas rambut menjadi salah satu kemampuan praktis yang dikembangkan melalui program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teknik pangkas rambut sekaligus mengasah keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat, Senin (2/11).
Dengan menggunakan peralatan pangkas rambut, Warga Binaan mengikuti proses pembelajaran melalui praktik langsung. Mulai dari mengenali dan menggunakan alat, mengatur panjang potongan, hingga merapikan bagian rambut sesuai kebutuhan. Setiap tahapan membutuhkan ketelitian, keterampilan tangan, serta kemampuan memahami teknik dasar pemangkasan.
Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bahwa keterampilan pangkas rambut tidak hanya membutuhkan peralatan, tetapi juga ketekunan dan latihan secara berkelanjutan. Kemampuan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri maupun modal memasuki dunia kerja.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa pembinaan keterampilan pangkas rambut merupakan salah satu upaya membekali Warga Binaan dengan kemampuan praktis yang memiliki peluang ekonomi.
“Pangkas rambut merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan dikembangkan secara mandiri. Kami berharap melalui kegiatan ini, Warga Binaan memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha sendiri atau menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam kehidupan Warga Binaan, termasuk melalui penguasaan keterampilan yang memiliki peluang kerja.
“Kami ingin Warga Binaan memiliki bekal keterampilan yang nyata dan dapat dikembangkan setelah bebas. Salah satunya melalui keterampilan pangkas rambut yang membutuhkan keahlian, ketelitian, dan kemauan untuk terus belajar,” tutur Kalapas.
Bagi Warga Binaan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus mengenali potensi diri. Dari keterampilan sederhana menggunakan gunting dan alat cukur, terbuka peluang untuk membangun kemampuan yang lebih profesional.
Melalui pembinaan kemandirian di bidang pangkas rambut, Lapas Banjarmasin terus mendorong Warga Binaan agar produktif, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan. (Humas Lapas Banjarmasin)






