Banjarmasin, Faktanews-com –
Perawatan tanaman kangkung terus dilakukan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah penyiraman tanaman untuk menjaga kelembapan media tanam dan mendukung pertumbuhan kangkung, Senin (2/11).
Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian melakukan penyiraman secara merata pada tanaman kangkung. Perawatan ini menjadi bagian dari proses budidaya yang membutuhkan perhatian dan konsistensi agar tanaman dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa penyiraman merupakan salah satu tahapan penting dalam pemeliharaan tanaman. Perawatan yang dilakukan secara teratur diharapkan dapat menjaga kualitas pertumbuhan sekaligus mendukung produktivitas pertanian di SAE 1.
“Perawatan tanaman harus dilakukan secara berkelanjutan. Penyiraman menjadi salah satu hal mendasar yang perlu diperhatikan agar kangkung dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang optimal,” ujarnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan dan pembentukan tanggung jawab bagi Warga Binaan.
“Kami terus mendorong agar program pembinaan kemandirian berjalan secara produktif. Melalui kegiatan seperti ini, Warga Binaan memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola dan merawat tanaman yang nantinya dapat menjadi bekal keterampilan setelah menyelesaikan masa pembinaan,” tutur Kalapas.
Sementara itu, Warga Binaan berinisial AS mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan perawatan kangkung. Menurutnya, penyiraman dan pemeliharaan tanaman mengajarkan pentingnya ketekunan dalam menjalankan pekerjaan.
“Kami harus rajin menyiram supaya tanamannya tidak layu dan bisa tumbuh bagus. Kegiatan ini juga membuat kami punya pengalaman merawat tanaman sampai nanti bisa dipanen,” ungkap AS.
Melalui kegiatan pertanian di SAE 1, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Selain menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan praktis sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas. (Humas Lapas Banjarmasin)












