Banjarmasin, Fakta-news.com –
Sebanyak lima warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin menjalani tes urine sebagai bagian dari pemeriksaan menjelang pelaksanaan program integrasi, Jumat (23/10). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) bersama Klinik Lapas Banjarmasin.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kelima warga binaan dinyatakan negatif. Pemeriksaan ini menjadi salah satu langkah pendukung dalam mempersiapkan warga binaan sebelum menjalani program integrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa Lapas berkomitmen menjaga integritas proses pembinaan dan mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan baik.
“Kami berkomitmen memastikan setiap tahapan pembinaan dan persiapan integrasi berjalan sesuai ketentuan. Saya juga mengarahkan agar warga binaan terus menjaga perilaku, menjauhi narkoba, dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta bertanggung jawab ketika kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Binadik, Gilang Wisnuwardhana, menjelaskan bahwa tes urine dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan terhadap warga binaan yang akan menjalani program integrasi. Pemeriksaan dilaksanakan bersama petugas klinik untuk mengetahui hasil tes sebelum proses selanjutnya berjalan.
“Tes urine diikuti lima warga binaan dan seluruhnya menunjukkan hasil negatif. Hasil pemeriksaan ini menjadi salah satu data pendukung dalam proses persiapan integrasi, dengan tetap mengacu pada persyaratan dan prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Melalui pemeriksaan ini, Lapas Banjarmasin terus mengupayakan proses pembinaan dan persiapan integrasi yang tertib, terukur, serta sesuai ketentuan, sehingga warga binaan dapat mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)












