BANJARMASIN, fakta-news.com–
Program kemandirian bidang sablon di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin menerima pesanan 26 kaos dari Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Jumat (23/10). Kaos tersebut nantinya digunakan oleh kader pendidikan warga binaan dalam mendukung aktivitas pembinaan program pendidikan kesetaraan.
Proses produksi dilaksanakan oleh Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) melalui program kemandirian bidang sablon. Pembuatan kaos dikerjakan oleh warga binaan dengan didampingi Petugas Giatja, Rival, serta diawasi langsung oleh Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika. Pendampingan ini menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan melalui praktik kerja secara langsung, sekaligus memastikan proses pengerjaan berjalan dengan baik.
Kasi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa pesanan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan bidang sablon dalam menghasilkan produk sesuai kebutuhan.
“Melalui program kemandirian bidang sablon, kami berupaya menghasilkan produk sesuai pesanan dengan tetap memperhatikan kualitas pengerjaan. Kami ingin keterampilan yang dikembangkan di Giatja dapat memberikan manfaat nyata dan mendukung berbagai kegiatan di lingkungan lapas,” ujar Bagus.
Sementara itu, Kepala Seksi Binadik, Gilang Wisnuwardhana, menjelaskan bahwa pemesanan dilakukan kepada Seksi Giatja karena kepercayaan terhadap kemampuan jajaran dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
“Kami memesan sablon 26 kaos ini kepada Seksi Giatja karena kami yakin jajaran Giatja mampu memenuhi kebutuhan sesuai permintaan. Kaos ini nantinya digunakan oleh kader pendidikan warga binaan dalam menjalankan aktivitas pembinaan program pendidikan kesetaraan,” ujar Gilang.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa sinergi antarseksi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan yang berkelanjutan.
“Setiap seksi memiliki peran yang saling melengkapi dalam pelaksanaan pembinaan. Kami mendorong agar potensi dan keterampilan yang dikembangkan melalui program kemandirian dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan maupun kebutuhan lainnya, sehingga program pembinaan berjalan secara terpadu dan memberikan manfaat bagi warga binaan,” ujar Kalapas.
Melalui kolaborasi Seksi Giatja dan Seksi Binadik, Lapas Banjarmasin terus mengoptimalkan program kemandirian dan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan serta mendukung proses pembinaan warga binaan. (HUMAS LAPAS BANJARMASIN)






