Lapas Banjarmasin Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan Kristiani melalui Ibadah GBI HOR

Banjarmasin, Faktanews-com –

Warga binaan Kristiani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mengikuti ibadah rutin bulanan bersama Gereja Bethel Indonesia (GBI) House of Restoration (HOR) di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Selasa (27/10). Mengangkat tema “Kendalikan Pikiran Kita” berdasarkan Mazmur 139 ayat 1–2, ibadah ini mengajak jemaat untuk mengevaluasi pikiran, mengendalikan emosi, serta memperkuat hubungan dengan Tuhan dan sesama.

Ibadah dipimpin oleh Ev. dr. Evelyn Irawaty melalui pujian, penyembahan, dan penyampaian khotbah. Dalam renungan tersebut, jemaat diajak menyadari bahwa setiap pikiran dan tindakan manusia berada dalam pengetahuan Tuhan, sehingga penting untuk menjaga hati dan mengarahkan pikiran pada hal-hal yang baik.

Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya menjauhi iri hati, kebencian, dan kemarahan, menghindari perdebatan serta pertengkaran, dan belajar mengampuni orang yang bersalah. Jemaat juga diajak mengarahkan pikiran pada perkara-perkara yang baik serta menjalani kehidupan dengan tuntunan Roh, bukan sekadar mengikuti keinginan daging.

Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, menyampaikan bahwa renungan tersebut menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mengevaluasi penggunaan waktu dan prioritas dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui renungan ini, kita diajak mengevaluasi bagaimana kita menggunakan 24 jam setiap hari. Apakah waktu hanya habis untuk mengejar ambisi duniawi tanpa memperhatikan hubungan dengan Tuhan dan sesama, atau kita menyediakan waktu secara disiplin untuk berdoa, membaca firman Tuhan, dan melayani. Ini menjadi pengingat agar kita semakin bijak dalam menjalani kehidupan,” ujar Erik.

Bagi warga binaan, pesan tersebut menjadi pengingat untuk terus berjuang memperbaiki diri, termasuk dalam mengendalikan pikiran dan perilaku. Salah seorang warga binaan berinisial ESGS mengungkapkan bahwa dirinya menyadari pentingnya memohon tuntunan Tuhan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Saya menyadari bahwa manusia secara alami lemah terhadap dosa. Karena itu, setiap pagi saya berdoa menyerahkan diri, ‘Tuhan, pimpin pikiran dan langkahku hari ini oleh Roh-Mu, bukan oleh egoku.’ Saya ingin belajar mengendalikan diri dan menjadi lebih baik,” ujar ESGS.

Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam membantu warga binaan memperkuat iman dan membangun karakter positif.

Ia berharap ibadah rutin dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta membiasakan perilaku yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan hingga kembali ke tengah masyarakat.

Melalui ibadah rutin bulanan bersama GBI HOR, Lapas Banjarmasin terus mendukung pemenuhan kebutuhan spiritual warga binaan Kristiani. Pesan tentang pengendalian pikiran diharapkan tidak berhenti sebagai renungan, tetapi diterapkan dalam keseharian melalui sikap yang lebih sabar, kesediaan mengampuni, dan komitmen untuk terus memperbaiki diri. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *