Banjarmasin, Fakta-news.com –
Sebanyak 44 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mengikuti pelaksanaan asesmen kelayakan dan penempatan rehabilitasi serta reedukasi bagi narapidana pengguna narkotika berbasis ketahanan pangan di Aula Lapas Banjarmasin, Rabu (7/10).
Asesmen tersebut ditujukan bagi warga binaan berusia 18 hingga 45 tahun yang memiliki riwayat penggunaan narkotika, tidak memiliki register F, serta dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani. Pelaksanaan asesmen menjadi tahapan untuk memetakan kondisi dan kesiapan warga binaan sebelum mengikuti program rehabilitasi dan reedukasi.
Proses asesmen dilakukan melalui sejumlah tahapan, meliputi skrining, penilaian kesiapan fisik dan mental, minat dan bakat, motivasi, sikap kerja, serta kesiapan untuk berubah. Pemetaan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi, karakteristik, dan kebutuhan masing-masing warga binaan.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Kasubsi Bimkemaswat beserta staf Subseksi Bimkemaswat dan Registrasi, dr. Yayuk Ruwaidah bersama tim petugas kesehatan Lapas Banjarmasin, serta Rismawati bersama tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan.
Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan asesmen menjadi tahapan penting untuk memastikan program rehabilitasi dan reedukasi diberikan berdasarkan kondisi serta kebutuhan warga binaan.
“Asesmen ini menjadi bagian penting dalam memetakan kesiapan dan kebutuhan warga binaan sebelum mengikuti program rehabilitasi dan reedukasi. Kami berharap prosesnya dapat berjalan objektif sehingga program yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing warga binaan,” ujar Kalapas.
Selain aspek kesehatan dan kesiapan mental, pemetaan minat, bakat, motivasi, serta sikap kerja menjadi bagian yang diperhatikan karena program yang disiapkan berbasis ketahanan pangan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pemulihan sekaligus membangun keterampilan produktif bagi warga binaan.
Melalui asesmen ini, Lapas Banjarmasin bersama jajaran terkait terus memperkuat pelaksanaan pembinaan yang terarah dengan mengedepankan pemetaan kebutuhan warga binaan sebagai dasar dalam menentukan bentuk rehabilitasi dan reedukasi yang tepat. (Humas Lapas Banjarmasin)









