BANJARMASIN, fakta-news.com–
Warga Binaan Kristiani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mengikuti ibadah rutin bulanan pelayanan Gereja Katolik di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Kamis (22/10). Ibadah ini menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk memperkuat iman, menenangkan hati, serta menumbuhkan kasih dalam menjalani masa pembinaan.
Ibadah mengangkat firman Tuhan dari Kitab Efesus 3:14–21 yang disampaikan oleh Rm. Ignatius Supardi, Pr. Kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan, kemudian dilanjutkan dengan khotbah serta renungan bersama.
Dalam renungannya, warga binaan diajak memperhatikan kesehatan manusia batiniah, bukan hanya penampilan fisik atau status sosial. Mereka juga diingatkan untuk menyediakan waktu teduh setiap hari melalui doa dan membaca Alkitab agar kehidupan rohani tetap terpelihara serta memiliki kekuatan saat menghadapi berbagai persoalan.
Pembina Gereja Oikumene, Ruth Civita Susanty, menyampaikan bahwa ketika menghadapi jalan buntu, umat diajak berdoa secara spesifik dan menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan.
“Percayalah bahwa Allah sanggup menyediakan jalan keluar dengan cara-cara yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh kita,” pesannya dalam renungan.
Terpisah, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam pembentukan kepribadian warga binaan.
“Melalui kegiatan ibadah rutin, kami berharap warga binaan semakin memperkuat iman, membangun pengendalian diri, serta menumbuhkan nilai kasih dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujar Kalapas.
Salah seorang warga binaan berinisial UT mengungkapkan bahwa kasih menjadi dasar penting dalam menyikapi konflik maupun perlakuan orang lain.
“Sebelum merespons konflik, membuat keputusan, atau membalas perlakuan orang lain, dasar saya adalah kasih. Saya belajar berusaha mengampuni dan menerima orang lain, sama seperti Kristus telah menerima saya,” ungkap UT.
Melalui ibadah rutin ini, warga binaan diharapkan semakin mampu membangun ketenangan batin, memperkuat iman, serta menerapkan nilai kasih dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian untuk mendukung perubahan diri ke arah yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan di Lapas Banjarmasin. (HUMAS LAPAS BANJARMASIN)












