Ia juga membantah isu yang beredar bahwa siswa SMKN 2 Palembang akan melakukan penyerangan setelah upacara 17 Agustus, Anak-anak kita tidak mau menyerang. Justru kita yang menjadi korban karena dihasut,”imbuhnya.
karena itu untuk mencegah terjadinya aksi susulan, sekolah mengarahkan kepada seluruh siswa untuk pulang ke rumah masing-masing setelah mengikuti upacara nantinya,
dan kepada orang tua yang khawatir juga dipersilakan menjemput anak mereka di sekolah agar bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,”katanya.
“Saya menghimbau kepada anak didik kami untuk tidak nongkrong setelah pulang sekolah. Kalau kedapatan nongkrong dan tertangkap, saya tidak mau tanya lagi. Saya kembalikan ke orang tua,” tegasnya.
keterlibatan siswa dalam tindak pidana dapat berdampak serius terhadap masa depan. Catatan kepolisian, kata dia, berpotensi menjadi persoalan ketika siswa mengikuti seleksi tertentu, termasuk sekolah kedinasan.
Oleh karena itu Suparman juga meminta orang tua tidak menyerahkan sepenuhnya pengawasan kepada sekolah.
“anak Didik kami ini calon anak bangsa. Jangan sampai sengaja dipecah belah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan akhirnya dapat merugikan diri sendiri, sehingga dapat menghabat keberhasilannya di massa depan,”harapnya.
Lebih lanjut Ia juga mengatakan SMKN 2 selama ini selalu berprestasi dalam lomba uji kompetensi siswa (LKS) tingkat nasional, dan juga bukan itu saja banyak kompetisi-kompetisi kejuaraan tingkat lainnya yang telah berhasil diraih selama ini,” jelasnya.
Selain prestasi LKS, sekolah juga mencatat prestasi di bidang seni dan olahraga. penghargaan dan penyerahan piala tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki banyak ruang positif untuk berprestasi.
“Kami mengharapkan agar siswa dan siswi kami jangan sampai terjerumus oleh hal-hal yang merugikan baik diri sendiri dan sekolah karena dari pada melakukan hal-hal yang negatif lebih baik mengejar prestasi sehingga dapat bermanfaat nantinya,”Tutup Suparman Kepala Sekolah SMKN 2 Palembang.
(Jovi)








