Karang Intan, Fakta-news.com –
Warga binaan menghadirkan suasana berbeda di Bengkel Laskarin, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dengan merestorasi sepeda motor secara mandiri. Di antara aktivitas perbaikan mesin dan aroma oli, mereka tampak fokus membongkar, memperbaiki, hingga merakit kembali kendaraan. Salah satu warga binaan terlihat sedang merakit ulang dan menyetel shockbreaker depan motor setelah dibongkar, sebagai bagian dari proses restorasi agar sistem suspensi kembali optimal, pada Rabu (06/05/2026).
Program restorasi motor ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat digunakan setelah mereka kembali ke masyarakat. Dengan pendampingan petugas serta instruktur, para peserta diajarkan mulai dari pembongkaran mesin, pengecatan ulang, hingga perakitan kembali kendaraan agar layak pakai.
Salah satu petugas Seksi Kegiatan Kerja, Yusron Rifki, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar kemampuan teknis.
“Kami ingin memastikan warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan yang nyata. Restorasi motor ini melatih ketelitian, kesabaran, serta tanggung jawab nilai-nilai penting ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Salah satu warga binaan bernama Lubis yang terlibat dalam proses restorasi tersebut mengaku merasakan perubahan besar sejak mengikuti kegiatan ini.
“Dulu saya tidak punya keterampilan seperti ini. Sekarang saya jadi lebih percaya diri. Saya berharap setelah bebas nanti, saya bisa membuka usaha bengkel sendiri dan hidup lebih baik,” ungkapnya dengan penuh harap.
Program ini juga menjadi jembatan untuk menghapus stigma negatif terhadap warga binaan. Melalui hasil karya nkepyata, masyarakat diajak melihat bahwa perubahan itu mungkin dan setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua.
Motor-motor yang direstorasi tidak hanya menjadi produk latihan, tetapi juga berpotensi memiliki nilai jual. Hal ini membuka peluang ekonomi sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan karya yang berkualitas.
Kegiatan positif seperti ini menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan dan pembentukan karakter. Dari bengkel sederhana di SAE 1, semangat untuk bangkit dan memperbaiki hidup terus menyala seiring mesin-mesin yang kembali hidup di tangan-tangan terampil warga binaan. (ism)









