Banjarmasin, Faktanews-com –
Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin melaksanakan Salat Duha sebagai bagian dari pembinaan kepribadian di bidang keagamaan, Senin (2/11). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun kebiasaan beribadah sekaligus meningkatkan kedekatan spiritual kepada Allah SWT.
Pelaksanaan Salat Duha diikuti Warga Binaan yang ingin mengisi waktu pagi dengan kegiatan ibadah. Melalui pembiasaan ini, mereka diajak untuk menjadikan ibadah sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari, tidak hanya ketika mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan.
Salat Duha juga menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk menenangkan diri, memanjatkan doa, serta memohon kemudahan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa pembiasaan ibadah merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai spiritual Warga Binaan.
“Melalui pembiasaan Salat Duha, kami berharap Warga Binaan semakin termotivasi untuk menjaga ibadah dan membangun kebiasaan positif. Pembinaan keagamaan bukan hanya tentang mengikuti kegiatan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan terus didorong sebagai bagian dari proses perubahan diri Warga Binaan.
“Kami berharap kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan memperkuat keimanan. Kebiasaan baik yang dibangun selama menjalani masa pembinaan diharapkan dapat terus dilaksanakan ketika mereka kembali ke masyarakat,” tutur Kalapas.
Melalui pembiasaan Salat Duha, Lapas Banjarmasin terus mendorong tumbuhnya kesadaran beribadah dan pembentukan karakter religius. Kebiasaan menjalankan ibadah diharapkan menjadi bagian dari perjalanan Warga Binaan dalam memperbaiki diri dan menata kehidupan yang lebih baik. (Humas Lapas Banjarmasin)






