Tadabur Al-Qur’an, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Pelajari Nilai Kejujuran dan Keadilan

Banjarmasin, Faktanews-com –

Memahami Al-Qur’an tidak hanya tentang membaca ayat demi ayat, tetapi juga menggali pesan dan nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Majelis Taklim Lapas Kelas IIA Banjarmasin melalui tadabur Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 152–153 bersama Ustaz H. Asfiani Norhasani, Lc., dari Kementerian Agama Kota Banjarmasin, di Masjid Baabut Taqwa, Selasa (3/11).

Dalam penyampaiannya, Ustaz H. Asfiani Norhasani mengajak Warga Binaan memahami kandungan Surah Al-An’am ayat 152–153 yang mengajarkan pentingnya menjaga kejujuran, memenuhi janji, berlaku adil, serta tidak mengikuti jalan yang menyimpang dari petunjuk Allah SWT.

Surah tersebut juga mengingatkan umat Islam agar menjaga hak-hak sesama manusia, termasuk anak yatim, menyempurnakan takaran dan timbangan, serta menjadikan ketakwaan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Pesan utama dari kedua ayat ini adalah pentingnya memegang teguh ketentuan Allah SWT dan tetap berada di jalan yang lurus.

Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa kegiatan Majelis Taklim menjadi salah satu sarana pembinaan kepribadian untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus mendorong Warga Binaan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui tadabur Al-Qur’an, kami berharap Warga Binaan tidak hanya memahami isi ayat yang disampaikan, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dan menerapkannya dalam kehidupan. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan menjaga amanah merupakan bekal penting untuk membangun pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memperkuat kesadaran diri Warga Binaan. Menurutnya, pemahaman terhadap ajaran agama diharapkan menjadi landasan untuk melakukan perubahan positif.

“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Melalui pendalaman Al-Qur’an, mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” tutur Kalapas.

Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan oleh Dodi (nama samaran), salah seorang Warga Binaan yang mengikuti Majelis Taklim. Ia mengaku mendapatkan pemahaman baru dari materi yang disampaikan, khususnya mengenai pentingnya menjaga kejujuran dan menepati janji.

“Biasanya saya membaca Al-Qur’an, tetapi melalui penjelasan ustaz, saya jadi lebih memahami maksud dari ayat-ayat tersebut. Saya belajar bahwa kejujuran dan menepati janji itu penting dalam kehidupan. Mudah-mudahan apa yang dipelajari hari ini bisa saya terapkan,” tuturnya.

Melalui kegiatan Majelis Taklim, Lapas Banjarmasin terus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk memperdalam ilmu agama dan melakukan refleksi diri. Setiap pesan yang dipetik dari Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi tumbuh menjadi pedoman dalam bersikap dan menjalani kehidupan yang lebih baik. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *