Penyortiran Ikan Lele Jadi Upaya Lapas Banjarmasin Optimalkan Hasil Budidaya

Banjarmasin, Faktanews-com –

Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Banjarmasin melaksanakan penyortiran ikan lele di kolam budidaya perikanan SAE 2, Jumat (30/10). Kegiatan ini dilakukan dengan memisahkan ikan berdasarkan ukuran, terutama lele berukuran kecil dan sedang dari lele yang berukuran lebih besar.

Penyortiran dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ikan agar lebih optimal. Perbedaan ukuran dalam satu kolam berisiko menyebabkan ikan lele yang lebih besar memangsa ikan yang lebih kecil, sehingga pemisahan diperlukan untuk mengurangi risiko tersebut.

Petugas Giatja, Muttaqin Akbar, menjelaskan bahwa penyortiran merupakan salah satu langkah penting dalam pemeliharaan ikan lele agar pertumbuhannya lebih terkontrol.

“Lele yang ukurannya besar kami pisahkan dari yang kecil dan sedang. Kalau dicampur, ada risiko lele yang besar memakan lele yang lebih kecil. Dengan dipisahkan, kami bisa lebih mudah memantau pertumbuhan dan perawatannya,” jelas Muttaqin.

Secara terpisah, Kasi Giatja Bagus Paras Etika menyampaikan bahwa pemeliharaan dan penyortiran secara berkala menjadi bagian dari upaya menjaga keberhasilan program budidaya perikanan di Lapas Banjarmasin.

“Budidaya lele membutuhkan perawatan dan pemantauan secara rutin. Penyortiran ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga perkembangan ikan agar lebih baik, sehingga hasil budidaya nantinya dapat lebih optimal,” ujarnya.

Kalapas Banjarmasin menegaskan bahwa program budidaya perikanan merupakan bagian dari pengembangan kegiatan kemandirian yang terus didorong di Lapas Banjarmasin.

“Kami ingin setiap kegiatan kemandirian dikelola dengan baik, mulai dari proses pemeliharaan hingga panen. Selain menghasilkan produk yang bernilai ekonomis, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas.

Melalui pengelolaan budidaya yang terarah, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan program kemandirian perikanan sekaligus memberikan ruang pembelajaran keterampilan bagi Warga Binaan. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *