Banjarmasin, Faktanews-com –
Memastikan kondisi kesehatan sejak awal masa penahanan menjadi salah satu perhatian Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Melalui Klinik Lapas, sebanyak 25 tahanan baru menjalani pemeriksaan kesehatan awal atau Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kesehatan sebagai bagian dari upaya pemantauan dan pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan, Jumat (6/11).
Pemeriksaan dilakukan oleh petugas kesehatan Klinik Lapas, Ruth Civita Susanty dan Milia Akhyati. Kegiatan diawali dengan pengumpulan informasi mengenai riwayat kesehatan masing-masing tahanan, termasuk riwayat penyakit yang pernah atau sedang dialami.
Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan fisik meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan. Penggalian informasi juga mencakup riwayat penggunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, serta keberadaan tato pada anggota tubuh sebagai bagian dari identifikasi faktor risiko kesehatan.
Selain pemeriksaan, petugas memberikan penjelasan mengenai mekanisme memperoleh layanan kesehatan di dalam lapas, baik untuk kebutuhan rawat jalan maupun rawat inap. Informasi terkait kepesertaan dan pemanfaatan BPJS Kesehatan juga disampaikan agar tahanan baru memahami akses pelayanan kesehatan yang dapat digunakan.
Melalui pemeriksaan awal ini, petugas kesehatan dapat memperoleh gambaran kondisi kesehatan setiap tahanan sehingga kebutuhan penanganan maupun pemantauan lanjutan dapat diidentifikasi lebih dini.
Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi tahanan baru merupakan bagian penting dari pemenuhan hak dasar sekaligus upaya menjaga kondisi kesehatan di lingkungan lapas.
“Setiap tahanan yang baru masuk perlu mendapatkan pemeriksaan kesehatan agar kondisi fisiknya dapat diketahui sejak awal. Kami berkomitmen memastikan akses pelayanan kesehatan berjalan dengan baik, termasuk memberikan informasi mengenai prosedur berobat dan pemanfaatan BPJS Kesehatan,” ujar Kalapas.
Melalui kegiatan BAP kesehatan, Lapas Banjarmasin terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi tahanan baru. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap penghuni memperoleh perhatian medis sesuai kebutuhan selama menjalani proses penahanan. (Humas Lapas Banjarmasin)












