Menko Bidang Pangan RI Apresiasi Teknologi Incenerator Yang Diterapkan Oleh PSEL Dan Jadikan Salah Satu Kota Percontohan Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan Di Indonesia.

fakta news.com

kunjungan lapangan Menteri  koordinator (Menko) bidang pangan RI. dalam rangka Peninjauan Progres Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi energi listrik (PSEL) di kota Palembang.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, beserta Gubernur Sumsel H.Herman Deru dan Walikota Palembang Ratu Dewa,

selain itu juga dihadiri oleh Dinas lingkungan hidup kota Palembang,  melakukan peninjauan langsung terhadap proyek pengolahan sampah yang ada di PSEL kota Palembang bertempat di jl. Mayor Jendral Satibi Darwis kec. kertapati kota Palembang. pada Rabu (4/11/2026).

Zulkifli Hasan mengapresiasi teknologi insinerator yang diterapkan dan menargetkan fasilitas ini dapat diresmikan pada Desember 2026, menjadikannya salah satu kota percontohan pengolahan sampah ramah lingkungan di Indonesia.

Saat ini, fasilitas pengolahan sampah modern tersebut telah memasuki tahap commissioning atau uji coba operasional.

Zulkifli Hasan juga menyampaikan bahwa proyek ini memerlukan sedikit waktu penyempurnaan sebelum dapat beroperasi secara penuh.

Proyek ini ditargetkan rampung dan diresmikan pada akhir tahun proyek ini memerlukan sedikit waktu penyempurnaan sebelum dapat beroperasi secara penuh dan ditargetkan rampung dan diresmikan pada akhir tahun nanti.

“Ini sudah commissioning, artinya sudah percobaan jalan. Perlu waktu sedikit lagi sehingga sempurna. Insyaallah tadi pimpinan sini, Wali Kota dan Gubernur juga menyampaikan, kemungkinan Desember sudah 100 persen dan bisa kita resmikan,” ungkap Zulkifli Hasan.

Meski masih dalam tahap uji coba, daya listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini sudah tersambung ke jaringan PLN. Kapasitas pasokan listrik yang dihasilkan bahkan telah melebihi target awal.

Dari target 17,7 Megawatt (MW), saat ini pasokan energi telah mencapai 18,6 MW, dan diproyeksikan mampu menembus hingga 20 MW pada saat beban puncak.

Listrik yang dihasilkan dari PSEL Palembang diperkirakan dapat menyuplai kebutuhan energi untuk 14.000 hingga 15.000 rumah tangga

Proyek bernilai investasi sekitar hampir Rp3 triliun ini juga memberikan dampak ekonomi positif, salah satunya menyerap hingga 500 sampai 1.000 tenaga kerja.

Menko Pangan memberikan apresiasi atas pengerjaan fasilitas ini karena mampu mengubah persoalan lingkungan menjadi sumber daya yang berdaya guna.

“Bayangkan, ini dari masalah yang menimbulkan dampak lingkungan luar biasa seperti risiko kebakaran, polusi, gas metan, hingga bahaya mikroplastik, sekarang dengan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), yang tadinya masalah kini menjadi listrik. Semua menjadi positif melalui pemanfaatan teknologi,”jelasnya.

Sementara itu Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus mematangkan berbagai persiapan untuk mendukung penyelesaian proyek strategis nasional.

Wali Kota Palembang, Drs Ratu Dewa Msi.juga mengungkapkan Koordinasi intensif telah dilakukan bersama Menteri Koordinator (Menko) demi memastikan kelancaran teknis di lapangan.

Terkait proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL), Wali Kota menyampaikan bahwa progresnya saat ini telah mencapai 98,5 persen.

Langkah percepatan ini dilakukan mengingat rencana peresmian dijadwalkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada 8 Desember.

Setelah pertemuan ini, pihak kementerian terkait dijadwalkan akan langsung melaporkan perkembangan terkini kepada Presiden.

Di sektor penanganan sampah, Pemkot Palembang memastikan bahwa suplai pengangkutan saat ini sudah tidak mengalami hambatan berarti dan telah mencapai 1.100 ton per hari.

Kendati demikian, Pemkot Palembang masih memerlukan tambahan armada pengangkut guna menutupi kekurangan yang ada. Berdasarkan data, saat ini masih terdapat kekurangan sekitar 171 armada.

“Kita sudah dibantu oleh Pemerintah Provinsi, Pak Gubernur juga sudah menganggarkan. Tadi saya sudah berbisik-bisik dengan Pak Menko untuk meminta tambahan minimal 50 armada lagi guna mencukupi kebutuhan pengangkutan,”tutup Ratu Dewa Walikota kota Palembang.

Demikian halnya seperti juga yang diungkapkan oleh Satriawan ming Manager PSEL yang mengatakan, “PSEL Palembang berperan sebagai solusi pemusnahan sampah di tahap hilir, yakni memproses sampah yang sudah tidak tertangani lagi di tahap sebelumnya.

Sampah-sampah yang menumpuk dan tidak dapat lagi dikelola secara konvensional akan dimusnahkan melalui teknologi di PSEL ini,”ungkapnya.

menurut Satriawan penanganan sampah tidak bisa hanya bergantung pada PSEL semata, Program di hulu seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) tetap harus berjalan beriringan agar pengelolaan sampah di Kota Palembang bisa lebih maksimal dan berkelanjutan.

Dan terkait apresiasi dari pemerintah pusat, Satriawan ming menjelaskan  bahwa Menteri terkait sangat mengapresiasi keberadaan dan pengoperasian PSEL Palembang ini. Pemerintah pusat bahkan berharap PSEL Palembang dapat menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia.

“Dari Pak Menteri juga sangat mengapresiasikan ya, bahwa ini akan mudah-mudahan menjadikan percontohan di kota-kota lain,”ujarnya.

Oleh karena itu meski demikian, Satriawan ming tetap mengajak seluruh masyarakat untuk menjalankan pola hidup bersih.

Ia mengingatkan juga  bahwasannya menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama, dan semua itu dimulai dari hal yang paling sederhana, yakni membuang sampah pada tempatnya, agar lingkungan kita tetap asri, sehat dan bersih.

“Saya rasa kita bisa menjalankan hidup bersihdengan cara kita membuang sampah pada tempatnya, karena ini kan rumah kita. Maksudnya, rumah kita sendiri kalau tidak kita jaga, siapa lagi yang akan menjaganya,” tegasnya.

Lebih lanjut Satriawan juga mengatakan “PSEL hanya memproses sampah di ujung yang sudah tidak tertangani lagi. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan kota,”katanya.

Untuk langkah ke depan, Satriawan ming menegaskan bahwa pihak PSEL akan tetap berkomitmen penuh dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Palembang.

“Kalau ke depannya kita tetap akan berkomitmen dengan Pemerintah Kota Palembang,  Jadi kita beroperasi juga 24 jam sehari, 7 hari satu minggu, jadi kita nonstop. semua sampah yang diproduksi sesuai dari yang dipasok oleh Pemerintah Kota Palembang,”pungkasnya Satriawan ming Satriawan ming pengembang/manager  PT Indo Green Power.

(Jovi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *