Banjarmasin, Faktanews-com –
Budidaya itik petelur membutuhkan perawatan yang konsisten agar produktivitas ternak tetap terjaga. Hal tersebut menjadi perhatian Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin dalam mengelola peternakan itik petelur di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Rabu (4/11).
Dalam kegiatan sehari-hari, Warga Binaan melakukan sejumlah perawatan, mulai dari memberikan pakan secara teratur hingga menjaga kebersihan kandang. Tempat pakan dan minum juga dibersihkan untuk memastikan lingkungan ternak tetap terjaga dan mendukung kesehatan itik.
Perawatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses budidaya. Pemberian pakan perlu diperhatikan agar kebutuhan nutrisi itik terpenuhi, sementara kebersihan kandang dan perlengkapan makan serta minum perlu dijaga untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan ternak.
Kasi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa keberhasilan budidaya itik petelur tidak hanya bergantung pada jumlah ternak yang dipelihara, tetapi juga pada kedisiplinan dalam melakukan perawatan setiap hari.
“Dalam budidaya itik petelur, pemberian pakan dan kebersihan kandang menjadi hal yang sangat penting. Warga Binaan kami arahkan untuk memperhatikan kebutuhan pakan serta rutin membersihkan tempat makan dan minum agar kondisi ternak tetap sehat dan produktivitasnya terjaga,” jelasnya.
Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan bahwa kegiatan peternakan merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan dalam mengelola usaha produktif.
“Kami ingin Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik. Melalui budidaya itik petelur, mereka belajar tentang tanggung jawab, ketekunan, dan tata cara pemeliharaan ternak yang baik sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” tutur Kalapas.
Salah satu Warga Binaan berinisial Y mengungkapkan bahwa merawat itik petelur mengajarkannya untuk lebih teliti dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan setiap hari.
“Setiap hari kami harus memperhatikan pakan dan kebersihan kandang. Tempat makan dan minum juga harus dibersihkan. Kalau ternaknya sehat dan terawat, tentu kami juga berharap hasil telurnya bagus,” ungkapnya.
Melalui budidaya itik petelur di SAE 1, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan pembinaan kemandirian di bidang peternakan. Kegiatan ini diharapkan mampu membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis sekaligus menumbuhkan etos kerja yang dapat diterapkan setelah kembali ke tengah masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)












