Banjarmasin, Faktanews-com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali melaksanakan kegiatan Jumat Taqwa melalui pembinaan keagamaan yang menghadirkan Ustaz Abu Bakar, S.Ag. dari Kementerian Agama Kota Banjarmasin, Jumat (30/10). Kegiatan diawali dengan pembacaan Simtuddoror (Maulid Habsyi) dan syair-syair selawat, kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang mengangkat materi tentang sunah-sunah setelah selesai melaksanakan salat.
Pembacaan Simtuddoror dan syair-syair berlangsung sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus membangun suasana religius sebelum penyampaian materi keagamaan.
Dalam tausiahnya, Ustaz Abu Bakar menjelaskan berbagai amalan sunah yang dianjurkan setelah salat sebagai bentuk penyempurnaan ibadah sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengacu pada materi kitab yang dibahas, beberapa amalan yang disampaikan meliputi membaca istigfar sebanyak tiga kali, dilanjutkan dengan membaca doa Allahumma antas-salaam wa minkas-salaam. Selain itu, terdapat anjuran membaca Ayat Kursi serta memperbanyak zikir berupa tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali.
Jemaah juga diajak memahami pentingnya membaca kalimat tauhid, memohon pertolongan Allah agar senantiasa diberikan kemampuan untuk berzikir dan bersyukur, serta memperbanyak doa dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW setelah salat.
Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Taqwa merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga mampu memahami dan membiasakan amalan-amalan baik dalam kehidupan sehari-hari. Materi tentang sunah setelah salat ini menjadi salah satu bekal agar mereka semakin memperhatikan kualitas ibadahnya,” ungkap Ansyari.
Secara terpisah, Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai spiritual warga binaan.
“Kami terus mendorong agar pembinaan keagamaan dilaksanakan secara berkelanjutan. Harapannya, ilmu dan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi bekal positif bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kalapas.
Salah seorang warga binaan berinisial YS mengaku mendapatkan tambahan pemahaman melalui materi yang disampaikan. Menurutnya, tausiah tersebut mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan berzikir dan berdoa setelah melaksanakan salat.
“Dari tausiah ini saya jadi lebih memahami amalan-amalan yang dianjurkan setelah salat. Selama ini mungkin ada yang belum saya ketahui atau belum rutin saya kerjakan. Semoga setelah ini saya bisa lebih membiasakan diri untuk berzikir dan berdoa setelah salat,” tutur YS.
Melalui kegiatan Jumat Taqwa, Lapas Banjarmasin terus menghadirkan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran spiritual, memperkuat keimanan, serta membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan. (Humas Lapas Banjarmasin)












