METRO,Fakta-news.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro menerima kunjungan tim dari Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Rabu (28/10/2026). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka uji petik terhadap pelaksanaan pelayanan perawatan paliatif di Lapas Metro.

Perawatan paliatif merupakan layanan kesehatan yang ditujukan bagi pasien dengan penyakit kronis atau serius yang sulit disembuhkan. Layanan ini berfokus pada upaya meringankan keluhan, mengendalikan gejala, serta menjaga kualitas hidup pasien, baik secara fisik maupun psikologis.
Didampingi Dokter Lapas Metro, dr. Tiara Qornela Azqinar, tim langsung menuju klinik Lapas Metro. Di sana, tim menggali informasi mengenai pelaksanaan perawatan paliatif, termasuk sejauh mana penanganan yang telah dilakukan terhadap Warga Binaan dengan penyakit kronis, seperti HIV, kanker, dan penyakit lainnya.
Selain itu, tim juga menanyakan kecukupan sarana dan prasarana klinik dalam mendukung layanan tersebut, serta kendala yang dihadapi tenaga kesehatan selama memeriksa dan merawat pasien.
dr. Tiara menyampaikan bahwa uji petik ini menjadi kesempatan baik bagi klinik Lapas Metro untuk mengevaluasi layanan yang telah berjalan.
“Tim menanyakan bagaimana penanganan kami terhadap Warga Binaan dengan penyakit kronis, kondisi sarana dan prasarana, serta kendala yang kami hadapi di lapangan. Semua sudah kami sampaikan apa adanya. Masukan dari tim tentu sangat berguna untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Lapas Metro,” ujar dr. Tiara.
Ia menambahkan, perawatan paliatif membutuhkan perhatian yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi medis.
“Pasien dengan penyakit kronis tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga dukungan agar tetap merasa nyaman dan memiliki semangat. Untuk kasus tertentu, kami juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan di luar lapas,” lanjutnya.
Kepala Lapas Metro, Tetra Destorie, dalam keterangannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pendampingan dari tim Ditjenpas.
“Kami berterima kasih atas kunjungan tim Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi. Uji petik ini membantu kami melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu dibenahi. Setiap masukan akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Tetra.
Ia menegaskan, layanan kesehatan yang layak merupakan hak setiap Warga Binaan, termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis.
“Warga Binaan dengan penyakit kronis harus mendapatkan perhatian dan perawatan yang manusiawi. Kami berkomitmen terus meningkatkan layanan kesehatan, baik dari sisi tenaga kesehatan, sarana prasarana, maupun koordinasi dengan fasilitas kesehatan terkait,” ungkapnya.
(Vin)












