Banjarmasin, Fakta-news.com –
Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar membutuhkan ketelitian dalam melafalkan setiap huruf. Untuk membantu warga binaan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin rutin menggelar kegiatan tahsin Al-Qur’an setiap Rabu melalui kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag).
Pada Rabu (21/10), kegiatan tahsin dilaksanakan dalam bentuk halaqah atau kelompok-kelompok belajar yang dibimbing oleh 10 penyuluh agama. Melalui metode ini, warga binaan mendapatkan pendampingan secara langsung untuk memperbaiki pelafalan huruf, memperhatikan makhraj, serta mengenali perbedaan bunyi huruf yang memiliki kemiripan pengucapan.
Salah satu penyuluh agama, Ustaz H. Ahmad Syaifullah, S.Th.I., menjelaskan bahwa tahsin berfokus pada ketepatan pelafalan huruf agar tidak mengubah bunyi maupun makna ayat yang dibaca. Materi tersebut antara lain dipraktikkan melalui pembacaan Surah Al-Fatihah.
“Dalam tahsin, kami membantu warga binaan memperjelas bunyi huruf yang penyebutannya hampir sama agar tidak tertukar dan mengubah bacaan. Kami mencontohkannya melalui Surah Al-Fatihah, yang dibaca setiap hari dalam salat, sehingga ketepatan pelafalannya perlu diperhatikan,” jelasnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, secara terpisah menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian warga binaan. Melalui kerja sama dengan Kemenag, kegiatan ini diharapkan membantu warga binaan memperdalam pemahaman agama sekaligus membangun kebiasaan positif.
“Kami mendukung kegiatan pembinaan keagamaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan memperkuat nilai-nilai spiritual. Harapannya, kegiatan ini menjadi bekal positif dalam menjalani masa pembinaan dan kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Akhmad.
Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Muhammad Ansyari, menjelaskan bahwa pembelajaran melalui kelompok halaqah memberikan ruang bagi warga binaan untuk berlatih secara bertahap dengan bimbingan penyuluh agama.
“Melalui kegiatan tahsin yang dilaksanakan rutin setiap Rabu, warga binaan dapat belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pendampingan langsung dari penyuluh agama membantu mereka mengenali kesalahan pelafalan dan memperbaiki bacaan secara bertahap,” ungkapnya.
Bagi warga binaan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar kembali dan memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an. AS, salah satu warga binaan yang mengikuti tahsin, mengaku senang karena dapat mengetahui kesalahan bacaan yang sebelumnya tidak disadari.
“Senang bisa ikut belajar. Ternyata ada bunyi huruf yang hampir sama, tetapi cara bacanya beda. Jadi, kami bisa tahu mana yang masih salah dan belajar memperbaikinya pelan-pelan,” tutur AS.
Melalui kegiatan tahsin Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap Rabu bersama Kemenag, Lapas Banjarmasin terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang terarah dan berkelanjutan. Pendampingan melalui halaqah diharapkan membantu warga binaan membaca Al-Qur’an dengan lebih baik sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar selama menjalani masa pembinaan. (Humas Lapas Banjarmasin)












