Banjarmasin, Fakta-news.com –
Warga binaan Kristiani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mengikuti ibadah rutin bulanan pelayanan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Jumat (16/10). Kegiatan ini menjadi sarana penguatan iman sekaligus refleksi diri untuk menjaga komitmen hidup dan menjauhi kebiasaan buruk selama menjalani masa pembinaan.
Ibadah diikuti oleh warga binaan Kristiani bersama pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin. Rangkaian kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan, kemudian dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan oleh Renaldi Mangoal.
Mengangkat tema Jaga Kekudusan dan Komitmen Hidup, khotbah berlandaskan Kitab Hakim-Hakim 13–16 dalam Perjanjian Lama. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai moral, mempertahankan komitmen hidup, serta tidak berkompromi dengan kebiasaan buruk sekecil apa pun yang berpotensi membawa dampak besar bagi kehidupan.
Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, menyampaikan bahwa renungan tersebut mengingatkan setiap orang untuk tidak menyerah pada masa lalu maupun kegagalan yang pernah dialami.
“Seburuk apa pun masa lalu atau kegagalan yang pernah kita alami, pintu pertobatan selalu terbuka. Tuhan selalu bisa memulihkan dan memakai hidup kita kembali. Karena itu, jangan berhenti memperbaiki diri dan teruslah menjaga komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Secara terpisah Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan dukungannya terhadap pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter warga binaan.
“Pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan memperkuat kepribadian warga binaan. Kami mendukung kegiatan ibadah rutin seperti ini agar warga binaan dapat memperdalam iman, mengevaluasi diri, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam memperbaiki perilaku. Harapannya, perubahan yang dibangun selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ujar Akhmad.
Dukungan terhadap proses perubahan juga tercermin dari kesaksian salah seorang warga binaan berinisial BL. Ia mengungkapkan bahwa perjuangan melawan hawa nafsu menjadi bagian penting dalam upayanya menjaga diri dan memperkuat iman.
“Musuh terbesar saya adalah hawa nafsu. Untuk itu, saya selalu memohon kepada Tuhan agar diberikan perlindungan, kekuatan, dan penyertaan dalam hidup ini,” ungkap BL.
Melalui ibadah rutin ini, warga binaan Kristiani diharapkan semakin teguh dalam menjaga iman, mengendalikan diri, dan meninggalkan kebiasaan buruk. Nilai-nilai spiritual yang diperoleh diharapkan menjadi landasan untuk terus memperbaiki diri serta membangun kehidupan yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan. (Humas Lapas Banjarmasin)











