Lapas Banjarmasin Asah Keterampilan Beternak Warga Binaan lewat Budidaya Itik

Banjarmasin, Fakta-news.com –

Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus dikembangkan melalui budidaya itik. Dari total 98 ekor itik yang dipelihara, sebanyak 54 butir telur berhasil dikumpulkan sebagai hasil produksi peternakan.

Kegiatan budidaya ini menjadi salah satu sarana bagi warga binaan untuk mempelajari keterampilan beternak unggas secara langsung. Dalam pelaksanaannya, warga binaan melakukan pemeliharaan itik dengan pendampingan Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Yoga Primajaya.

Yoga Primajaya menyampaikan bahwa pemeliharaan itik membutuhkan perawatan rutin, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga memantau kondisi ternak untuk mendukung kesehatan dan produktivitasnya.

“Kami mendampingi warga binaan agar memahami cara memelihara itik dengan baik. Perawatan dilakukan secara rutin, termasuk memastikan kebutuhan pakan terpenuhi dan kandang tetap bersih, sehingga kondisi ternak terjaga dan produksi telur dapat terus dipantau,” ujarnya.

Kasi Giatja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa budidaya itik merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pengembangan keterampilan praktis warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola peternakan, memahami proses pemeliharaan, serta mengenal hasil produksi yang memiliki nilai ekonomis. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha peternakan setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian terus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, terutama dalam mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Kami terus mendorong kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Budidaya itik menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, dan keterampilan kerja warga binaan. Harapannya, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” tegas Kalapas.

Sementara itu, B, salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan budidaya, mengaku mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru dalam pemeliharaan itik.

“Melalui kegiatan ini, saya belajar merawat itik secara rutin, mulai dari memberi pakan hingga menjaga kebersihan kandang. Saya juga belajar bahwa beternak membutuhkan ketekunan dan tanggung jawab. Semoga keterampilan ini bisa saya manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Lapas Banjarmasin terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian di bidang peternakan sebagai upaya membekali warga binaan dengan keterampilan produktif. Melalui pendampingan petugas dan praktik langsung, budidaya itik diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri dan peluang usaha pada masa mendatang. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *