Karang Intan, Fakta-news.com –
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, meninjau Barbershop Laskarin sekaligus menyapa sejumlah warga binaan yang mengantre untuk memotong rambut, Senin (12/10/2026). Melalui kunjungan tersebut, Yugo mendorong warga binaan membiasakan diri menjaga kebersihan dan kerapian selama menjalani pembinaan.
Saat mengunjungi Barbershop Laskarin, Yugo berinteraksi langsung dengan warga binaan dan melihat aktivitas layanan pemotongan rambut yang berlangsung dengan pendampingan serta pengawasan petugas. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas agar kegiatan berjalan lancar.
Yugo menyampaikan bahwa kebersihan dan kerapian diri merupakan kebiasaan positif yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberadaan Barbershop Laskarin membantu warga binaan merawat penampilan sekaligus membiasakan diri memperhatikan kebersihan selama menjalani pembinaan.
“Kami ingin warga binaan tetap memperhatikan kebersihan dan kerapian diri dalam keseharian. Barbershop Laskarin menjadi salah satu fasilitas yang mendukung kebutuhan tersebut. Kami juga mengajak warga binaan untuk mengikuti arahan petugas dan menjaga ketertiban saat menggunakan layanan,” ujar Yugo.
Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan turut mendampingi dan mengawasi aktivitas di Barbershop Laskarin. Pendampingan ini membantu warga binaan mengikuti antrean dengan tertib serta memastikan layanan pemotongan rambut berlangsung dengan baik.
Salah seorang warga binaan berinisial AM menyampaikan bahwa keberadaan Barbershop Laskarin membantunya menjaga kerapian rambut selama menjalani pembinaan.
“Kami terbantu dengan adanya Barbershop Laskarin karena bisa menjaga rambut tetap rapi. Saat menunggu giliran, kami juga mengikuti arahan petugas agar kegiatan berjalan tertib,” ungkap AM.
Melalui fasilitas Barbershop Laskarin, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan mendorong warga binaan membiasakan diri menjaga kebersihan dan kerapian sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kebiasaan positif ini diharapkan terus mereka terapkan selama menjalani pembinaan hingga kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. (nta).






