Lapas Narkotika Karang Intan Perkuat Pembinaan Keagamaan melalui Belajar Tajwid Bersama

Karang Intan, Fakta-news.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan memfasilitasi warga binaan mengikuti pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dan ilmu tajwid di Masjid At-Taubah, Sabtu (26/09/2026). Warga binaan saling berbagi pengetahuan, mengajarkan bacaan yang telah mereka kuasai, serta mengoreksi bacaan satu sama lain untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Kegiatan berlangsung secara aktif dan melibatkan warga binaan dalam proses belajar. Mereka yang telah lebih dahulu memahami materi membantu menjelaskan kepada rekan lainnya, sementara peserta lain menyimak, bertanya, dan mempraktikkan bacaan. Pola belajar tersebut memberi ruang bagi warga binaan untuk saling bertukar pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Muhammad Topan Darmawan, mengawasi jalannya kegiatan untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung tertib. Ia melihat keterlibatan warga binaan dalam berbagi ilmu sebagai hal positif yang mendukung pembinaan keagamaan.

“Yang sudah lebih memahami bacaan bisa membantu teman yang masih belajar. Mereka juga saling bertanya dan mengoreksi bacaan. Jadi, semua punya kesempatan untuk belajar sekaligus berbagi apa yang sudah dipahami,” ujar Topan.

Salah seorang warga binaan, ED, turut membantu menyampaikan materi kepada warga binaan lainnya. Ia membagikan pengetahuan yang telah dipelajarinya dan membantu rekannya ketika menemukan bacaan yang masih belum lancar.

“Kalau ada teman yang belum lancar, saya bantu sebisa saya. Saya juga masih terus belajar, jadi kami saling mengingatkan kalau ada bacaan yang perlu diperbaiki. Belajar bersama seperti ini membuat kami lebih semangat,” ungkap ED.

Pembelajaran tajwid membantu warga binaan memahami dan mempraktikkan kaidah bacaan Al-Qur’an dengan lebih tepat. Proses belajar bersama juga mendorong mereka saling membantu, berbagi pengetahuan, dan membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, pembelajaran tajwid menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang memberi ruang bagi warga binaan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membangun kebiasaan saling membantu dan berbagi ilmu sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *