Karang Intan, Fakta-news.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui pelatihan kerajinan tangan. Kali ini, warga binaan mulai membuat kerangka miniatur gantungan kunci berbentuk huruf abjad berbahan dasar bambu sebagai salah satu produk kreatif yang diharapkan memiliki nilai ekonomi, Jumat (07/08/2026).
Kegiatan diawali dengan proses pembuatan kerangka huruf menggunakan potongan bambu yang dibentuk dan dirangkai secara teliti. Tahap awal ini menjadi fondasi penting sebelum produk memasuki proses penyempurnaan (finishing). Selain melatih keterampilan teknis, kegiatan tersebut juga membentuk sikap disiplin, ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab dalam bekerja.
Seluruh proses berlangsung di bawah pendampingan petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) yang memberikan arahan mengenai teknik pembuatan, penggunaan alat kerja, hingga penyelesaian setiap tahapan agar menghasilkan kerangka yang rapi dan siap dikembangkan menjadi produk yang bernilai jual.
Petugas Seksi Kegiatan Kerja, Muhammad Fajeri, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Pembuatan miniatur gantungan kunci ini masih berada pada tahap penyusunan kerangka. Proses ini melatih warga binaan untuk bekerja dengan teliti, sabar, dan tekun. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh dapat terus dikembangkan hingga menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujar Muhammad Fajeri.
Salah seorang warga binaan berinisial BD mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut karena memberikan pengalaman baru dalam mengolah bambu menjadi kerajinan tangan.
“Saya senang bisa belajar membuat kerajinan dari bambu. Meskipun saat ini masih membuat kerangka huruf, saya mendapat pengalaman dan keterampilan baru. Semoga nantinya saya bisa menghasilkan produk yang rapi dan bermanfaat sebagai bekal setelah bebas nanti,” ungkap BD.
Melalui pelatihan pembuatan miniatur gantungan kunci huruf abjad dari bambu, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan kemandirian yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian, membuka peluang usaha, serta mempersiapkan diri untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (ism).












