Karang Intan, Fakta-news.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan pembinaan berbasis pendidikan untuk meningkatkan kualitas diri warga binaan melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket C. Sebanyak 16 orang warga binaan mengikuti pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan materi Kimia Hijau yang dilaksanakan di Ruang Kunjungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Senin (03/08/2026).
Pelaksanaan pembelajaran tersebut menghadirkan petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Abdillah Ridha Setiawan, sebagai tutor atau pengajar yang merupakan perpanjangan tangan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Kecamatan Karang Intan. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi dalam memberikan akses pendidikan bagi warga binaan agar tetap dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan selama menjalani masa pembinaan.
Pada pembelajaran IPA kali ini, Abdillah mengawali kegiatan dengan mengajak peserta didik mengulas kembali materi pada bab sebelumnya mengenai penanganan penyebaran virus di lingkungan sekitar. Warga binaan diarahkan untuk menjelaskan kembali materi yang telah dipelajari di depan kelas menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Metode pembelajaran tersebut diterapkan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep yang dipelajari. Melalui kegiatan menjelaskan kembali materi dengan bahasa sendiri, warga binaan tidak hanya mengingat informasi, tetapi juga dilatih untuk memahami konsep, menyampaikan gagasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Setelah penguatan materi sebelumnya, pembelajaran dilanjutkan dengan materi mengenai penerapan Kimia Hijau dalam kehidupan sehari-hari. Dalam materi tersebut, warga binaan mempelajari konsep kimia yang berorientasi pada upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui penggunaan bahan, proses, dan tindakan yang lebih ramah lingkungan.
Tutor mengajak peserta didik memahami bahwa prinsip Kimia Hijau dapat diterapkan melalui langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan Lapas. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta membangun kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam.
Tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket C Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Abdillah Ridha Setiawan, menyampaikan bahwa pembelajaran IPA tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga menghubungkan materi dengan penerapan nyata dalam kehidupan.
“Pembelajaran IPA kami arahkan agar warga binaan tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan kondisi di lingkungan sekitar. Melalui materi Kimia Hijau, mereka dapat memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Abdillah.
Salah satu peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket C, warga binaan berinisial ZK, menyampaikan bahwa pembelajaran IPA memberikan pengalaman baru serta membantu dirinya memahami ilmu pengetahuan dengan cara yang lebih mudah diterapkan.
“Pembelajaran hari ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya menerima materi, tetapi juga memahami bagaimana ilmu tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi Kimia Hijau memberikan wawasan baru bagi kami untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ungkap ZK.
Pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam memberikan pembinaan yang berkelanjutan melalui bidang pendidikan. Melalui kegiatan belajar mengajar, warga binaan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, membangun pola pikir positif, serta mengembangkan kemampuan yang dapat mendukung proses reintegrasi sosial.
Melalui kerja sama dengan PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendukung penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi warga binaan sebagai bagian dari pemenuhan hak memperoleh pendidikan dan penguatan program pembinaan. Pendidikan yang diberikan diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat. (nta).











