LAMPUNG TENGAH, Fakta-news.com –
Ketua P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) kampung Untoro Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah beri penjelasan dan klasifikasi Terkait Pekerjaan Proyek Saluran Irigasi P3-TGAI yang sedang berjalan yang berada di dusun II Kampung Untoro. Selasa (25/08/2026)
Pekerjaan P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) tersebut adalah untuk saluran irigasi yang dikerjakan di wilayah Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) / Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air,yang pelaksanaannya di wilayah tersebut dijalankan oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Mesuji Sekampung.
Program tersebut juga adalah program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).dan sistem pekerjaannya Swakelola dan padat karya yang diberdayakan langsung melalui kelompok P3A di Diwilayah kampung masing masing yang berada di kecamatan trimurjo Lampung Tengah ,salah satunya adalah kampung Untoro yang menerima program tersebut.
Saat awak media menemui Kasiran atau yang biasa di sapa Saliwang selaku ketua P3A kampung Untoro menjelaskan bahwa pekerjaan yang sedang berjalan tersebut hingga kini sudah tujuh puluh persen .
“Pekerjaan yang kami kerjakan itu sudah berjalan tujuh puluh persen pak(red) target kami Tiga sampai empat hari lagi selesai,karena memang tinggal 100 meter lagi,” Jelas Saliwang.
Masih dikatakan Saliwang saat media ini menanyakan berpa panjang saluran irigasi yang dikerjakan ,ia mengatakan untuk kampung Untoro sendiri panjang pekerjaan tersebut 644 meter .
“Kalau untuk panjang nya sendiri yang kami kerjakan 644 (enam ratus empat puluh empat) meter,dan sampai hari ini sudah lima ratus meter kurang lebih kami kerjakan,sisanya tinggal seratus meter lagi,” Terangnya.
“Target kami empat hari lagi selesai pak,”ujarnya.
Masih dikatakan Saliwang,bahwa untuk pekerja yang bekerja dalam pemasangan Plengsengan tersebut diloksi berjumlah 12 orang .
“Untuk pekerja sendiri berjumlah 12 orang ,dari bagian yang mengunjal plengsengan sampai dengan yang masang keseluruhan nya dua belas orang pekerja,” Tambahnya.
Lanjutnya , saat awak media ini menanyakan terkait cetakan Plengsengan tersebut berjumlah berapa banyak ketua P3A Untoro mengatakan bahwa cetakan tersebut kurang lebih empat ribu keping.
“Kalau cetakan memang saya lebihkan pak,itu kami cetak empat ribu keping saya lebihkan karena takut kawatir ada yang rusak dan patah pada saat di unjal .itu lah untuk cadangan,”Kata nya .
“Kalau total cetakanya harus nya tiga ribu delapan ratus sekian namun kami lebihkan jadi empat ribu untuk cadangan kalau ada yang rusak,seperti contoh dilokasi cetakan ada yang patah rusak itu bukan karena adukan nya yang jelek itu karena waktu mengunjal jatuh pada saat dibawa motor ,karena memang kami membawa atau mengunjal plengsengan pakai motor kalau pakai bentor area nya tidak bisa susah,sekali unjal juga hanya bisa dua keping,” bebernya Saliwang.
Diketahui bahwa ketua P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) wajib melakukan keterbukaan atau transparansi publik saat ada proyek saluran irigasi, terutama yang bersumber dari anggaran pemerintah seperti program P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Sementara Tugas dan Tanggung Jawab Pengawasan dari ketua P3A sebagai berikut:
– Memastikan Kualitas : Mengawasi bahan bangunan (pasir, semen, batu) dan ukuran fisik saluran agar tidak asal jadi.
– Mewakili Petani : Menjadi pihak internal utama dari kelompok pemakai air yang mengontrol jalannya proyek agar hasilnya optimal mengairi sawah warga.
– Koordinasi Teknis : Menjadi tempat melapor bagi tukang atau warga yang bekerja di lapangan jika ada kendala teknis.
Dan Alasan Perlunya Kehadiran ketua P3A di Lokasi adalah :
– Menghindari Penyimpangan: Pengawasan langsung mencegah adanya pengurangan volume atau mutu pekerjaan oleh pelaksana harian.
– Pertanggungjawaban Dana : Proyek yang melibatkan dana pemerintah atau swakelola kelompok menuntut transparansi, dan kehadiran ketua meminimalkan risiko masalah hukum di kemudian hari.
(Red)











