Karang Intan, Fakta-news.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pelaksanaan kegiatan pembuatan kerajinan sasirangan. Melalui kegiatan tersebut, Lapas memberikan ruang kepada warga binaan untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan produktivitas sebagai bekal positif setelah menyelesaikan masa pidana, Selasa (07/07/2026).
Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk mempelajari sekaligus mengembangkan keterampilan dalam membuat kerajinan sasirangan. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap, mulai dari pembuatan pola, pengikatan kain, pewarnaan, hingga penyelesaian produk. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan pendampingan dan pengawasan langsung dari petugas Seksi Kegiatan Kerja guna memastikan pelaksanaan pembinaan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Program pembinaan keterampilan sasirangan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga mendorong warga binaan untuk membangun sikap disiplin, ketelitian, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dalam menghasilkan sebuah karya. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga binaan untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan sehingga dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kepercayaan diri.
Petugas Seksi Kegiatan Kerja, Rahmat Fahroni, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian melalui pengembangan keterampilan merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam memberikan bekal yang bermanfaat bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan kerajinan sasirangan ini, kami terus mendorong warga binaan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan yang dimiliki. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal positif dan memberikan manfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Rahmat.
Salah satu warga binaan berinisial GTR mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan pembinaan keterampilan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman baru sekaligus motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
“Saya merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Selain belajar membuat sasirangan, saya juga belajar untuk lebih sabar, teliti, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Keterampilan ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi saya ke depannya,” ungkap GTR.
Pelaksanaan pembinaan kemandirian melalui kerajinan sasirangan menjadi salah satu bentuk upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan tersebut, Lapas berupaya membentuk warga binaan yang memiliki keterampilan, karakter positif, serta kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Kegiatan kerajinan sasirangan juga menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang terarah. Selain menghasilkan sebuah karya, kegiatan ini memberikan pengalaman mengenai pentingnya ketekunan, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
Pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan bahwa proses pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek keamanan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk tumbuh, belajar, dan meningkatkan kapasitas diri. Melalui pembinaan kemandirian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus berupaya menghadirkan perubahan positif bagi warga binaan.
Ke depan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang sesuai dengan potensi warga binaan dan kebutuhan masyarakat.
Penguatan keterampilan seperti kerajinan sasirangan diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam mendukung proses reintegrasi sosial, sehingga warga binaan mampu kembali ke tengah masyarakat dengan membawa keterampilan dan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. (nta).










