Lapas Narkotika Karang Intan Perkuat Pembinaan melalui Kuliah Pancasila dan Tugas Kelompok Mahasiswa Warga Binaan

Karang Intan, Fakta-news.com

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat kualitas pembinaan warga binaan melalui penyelenggaraan program pendidikan tinggi bekerja sama dengan Universitas PGRI Kalimantan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan perkuliahan Program Sarjana (S1) mata kuliah Pancasila di lingkungan Lapas, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan perkuliahan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme. Petugas Lapas, Taufik Hidayat, turut mendampingi serta mengawasi jalannya kegiatan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik sesuai tujuan pembinaan.

Dalam kegiatan tersebut, dosen pengampu mata kuliah Pancasila, Novia Winda, menyampaikan materi mengenai nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mahasiswa warga binaan juga aktif berdiskusi serta menyelesaikan tugas kelompok sebagai sarana menumbuhkan sikap kerja sama, tanggung jawab, dan saling menghargai.

Taufik Hidayat menyampaikan bahwa mata kuliah Pancasila memiliki peran penting dalam proses pembinaan warga binaan, khususnya dalam menanamkan nilai kebangsaan, memperkuat karakter, serta membangun pola pikir yang lebih positif sebagai bekal menjalani kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana.

“Melalui pembelajaran mata kuliah Pancasila, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang dasar negara, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai tanggung jawab, toleransi, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Taufik.

Dosen pengampu mata kuliah Pancasila Program Sarjana (S1) Universitas PGRI Kalimantan, Novia Winda, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa warga binaan selama mengikuti proses pembelajaran dan menyelesaikan tugas kelompok yang diberikan.

“Pembelajaran Pancasila tidak hanya berorientasi pada pemahaman konsep, tetapi juga penerapan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Melalui diskusi dan tugas kelompok, mahasiswa belajar menghargai perbedaan pendapat, memperkuat kerja sama, serta menumbuhkan karakter positif,” jelas Novia Winda.

Salah satu mahasiswa warga binaan berinisial RN mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk mengikuti pendidikan tinggi di dalam Lapas. Menurutnya, kegiatan perkuliahan tidak hanya memberikan tambahan wawasan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam membangun komunikasi, menghargai pendapat, dan bekerja sama dengan sesama mahasiswa warga binaan.

“Melalui perkuliahan ini, saya belajar memahami nilai-nilai Pancasila sekaligus belajar menghargai pendapat, bekerja sama, dan terus memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap RN.

Melalui program pendidikan tinggi tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan guna membentuk warga binaan yang lebih berpengetahuan, berintegritas, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan bertanggung jawab. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *