Kepala BNNP Kalsel Apresiasi Langkah Lapas Karang Intan Perkuat Ekonomi Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Karang Intan, Fakta-news.com

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga warga binaan dan masyarakat desa binaan dengan menyerahkan bantuan gerobak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sertifikat pelatihan kewirausahaan. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan melaksanakan kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari pelatihan kewirausahaan dan UMKM yang sebelumnya bekerja sama dengan STIMI Banjarmasin dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan, Rabu (10/06/2026).

Program ini menjadi langkah nyata Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga warga binaan dan masyarakat desa binaan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui penguatan ketahanan ekonomi keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan dan STIMI Banjarmasin menyerahkan empat unit gerobak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdiri dari dua gerobak usaha mie ayam dan dua gerobak usaha pentol. Bantuan ini diberikan kepada keluarga warga binaan dan masyarakat desa binaan yang terpilih berdasarkan hasil penilaian peserta pelatihan kewirausahaan, sebagai sarana untuk memulai dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Gerobak UMKM tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga, membuka peluang kerja sederhana di lingkungan sekitar, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan berkelanjutan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sebagai salah satu upaya pencegahan faktor risiko penyalahgunaan narkoba.

Selain penyerahan gerobak, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian sertifikat kepada seluruh peserta pelatihan kewirausahaan dan UMKM. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh STIMI Banjarmasin sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi dan penyelesaian pelatihan yang telah diikuti oleh keluarga warga binaan, masyarakat desa binaan, serta Dharma Wanita Persatuan.

Kepala BNNP Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Asep Taufik, S.I.K., mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam mendorong program pemberdayaan masyarakat yang nyata, berkelanjutan, dan berdampak pada penguatan kemandirian ekonomi keluarga serta masyarakat.

“Pencegahan narkoba tidak hanya berbicara tentang penindakan, tetapi juga bagaimana kita membangun ketahanan keluarga dan ekonomi masyarakat. Ketika keluarga memiliki kemandirian ekonomi, maka risiko kerentanan sosial yang dapat mendorong penyalahgunaan narkoba dapat ditekan sejak dini,” ujar Asep Taufik.

Ketua STIMI Banjarmasin, Dr. Titien Agustina, menegaskan bahwa pelatihan kewirausahaan harus memberikan dampak nyata bagi peserta, bukan hanya sebatas teori.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Sertifikat dan bantuan gerobak UMKM ini adalah bentuk keberlanjutan dari pelatihan, agar peserta benar-benar dapat memulai usaha dan mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki,” ungkapnya.

Salah satu penerima bantuan, Norliani, keluarga warga binaan, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan gerobak ini sangat berarti bagi kami untuk memulai usaha kecil dan membantu ekonomi keluarga. Ini menjadi harapan baru bagi kami untuk bisa lebih mandiri,” ujar Norliani.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas dalam menghadirkan program pembinaan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi benar-benar berlanjut pada aksi nyata yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Melalui bantuan gerobak UMKM ini, kami berharap keluarga warga binaan dan masyarakat desa binaan dapat memiliki sumber penghasilan, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan sehingga mampu memperkuat kesejahteraan keluarga,” tegas Kalapas.

Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berharap sinergi dengan STIMI Banjarmasin dan BNNP Kalimantan Selatan dapat terus berlanjut dalam menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi, produktif, serta memiliki ketahanan sosial yang kuat dalam upaya bersama mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga dan masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *