Workshop Penerjemahan Profesional FISIP UBB Bekali Mahasiswa Persiapan Sertifikasi BNSP

Bangka, Fakta-news.com –

Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Bangka Belitung (UBB), menyelenggarakan Workshop BLU bertajuk “From Classroom to Professional Translator: Workshop Penerjemahan dan Persiapan Sertifikasi BNSP” pada 6 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Babel 1 FISIP UBB ini menghadirkan Mochamad Nuz Zaman dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sebagai narasumber.

Workshop ini diketuai oleh Rizky Arif Afandi dan dihadiri oleh sedikitnya 30 mahasiswa Program Studi Sastra Inggris serta sejumlah koordinator program studi di lingkungan FISIP UBB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas pemahaman mereka mengenai peluang karier di bidang penerjemahan profesional.

Ketua Workshop, Rizky Arif Afandi, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori penerjemahan yang dipelajari di ruang kelas dengan praktik profesional di dunia kerja.

“Workshop From Classroom to Professional Translator ini diharapkan menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori penerjemahan yang dipelajari di ruang kelas dengan praktik profesional di dunia kerja. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan nyata dalam industri penerjemahan,” ujar Rizky.

Ia juga menegaskan bahwa menjadi penerjemah profesional tidak hanya membutuhkan penguasaan dua bahasa, tetapi juga ketelitian, pemahaman konteks budaya, etika profesi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Kami ingin menegaskan bahwa menjadi penerjemah profesional tidak cukup hanya dengan menguasai dua bahasa, tetapi juga membutuhkan ketelitian, pemahaman konteks budaya, etika profesi, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, kami berharap workshop ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi penerjemah yang kompeten dan berdaya saing,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Mochamad Nuz Zaman membahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan untuk mengikuti sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), khususnya pada skema General Text Translation. Materi yang disampaikan mencakup penguasaan bahasa sumber dan bahasa sasaran, pemahaman konteks teks, ketepatan pemilihan padanan, serta kemampuan menghasilkan terjemahan yang akurat, wajar, dan sesuai dengan tujuan komunikasi.

Selain kompetensi kebahasaan, workshop ini menyoroti pentingnya persiapan teknis dan profesional sebelum mengikuti proses sertifikasi. Calon peserta perlu memahami unit kompetensi yang diujikan, menyiapkan dokumen pendukung dan portofolio yang relevan, serta membiasakan diri mengerjakan tugas penerjemahan secara sistematis. Ketelitian, konsistensi penggunaan istilah, kemampuan menyunting hasil terjemahan, dan pengelolaan waktu juga menjadi aspek penting dalam menunjang kesiapan calon penerjemah profesional.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran bahwa keterampilan yang dipelajari di ruang kelas dapat dikembangkan menjadi kompetensi profesional yang dibutuhkan di dunia kerja. Sertifikasi BNSP menjadi salah satu jalur untuk memperoleh pengakuan kompetensi sesuai dengan standar yang berlaku, sekaligus mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan dan pengalaman praktik.

Penyelenggaraan Workshop BLU Prodi Sastra Inggris FISIP UBB ini diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan industri penerjemahan. Dengan bekal pengetahuan dan pemahaman mengenai persiapan sertifikasi, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi, membangun portofolio, dan mempersiapkan diri menapaki karier sebagai penerjemah profesional. (RAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *