Karang Intan, Fakta-news.com –
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menjaga silaturahmi dan kekompakan melalui Pertemuan Rutin di Ruang Kunjungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Sabtu (15/08/2026).
Pertemuan rutin bulan ini terasa lebih istimewa karena dilaksanakan setelah kegiatan Pertemuan PIPAS Daerah Kalimantan Selatan. Momen tersebut dimanfaatkan para anggota DWP untuk melanjutkan kebersamaan melalui silaturahmi dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Pertemuan berlangsung dengan suasana akrab. Para anggota saling menyapa, berbincang, dan berbagi cerita dalam suasana santai. Kesempatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antarsesama anggota sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan yang telah terjalin.
Setelah silaturahmi, kegiatan dilanjutkan dengan goncang arisan sebagai salah satu agenda rutin DWP Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Momen tersebut berlangsung penuh keakraban dan menjadi bagian sederhana yang semakin menambah semarak pertemuan.
Ketua DWP Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Ny. Erma Diniah Yugo, menyampaikan bahwa pertemuan rutin menjadi kesempatan bagi para anggota untuk menjaga hubungan baik dan membangun kebersamaan.
“Pertemuan rutin seperti ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus bersilaturahmi, saling mengenal lebih dekat, berbagi cerita, dan menjaga kekompakan. Walaupun kegiatannya sederhana, kebersamaan yang terbangun memiliki arti yang besar bagi kita semua,” ujar Erma.
Menurutnya, DWP tidak hanya menjadi wadah untuk menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi para anggota untuk saling memberikan perhatian, bertukar pengalaman, dan membangun kepedulian. Kebersamaan yang terjaga diharapkan dapat menciptakan lingkungan keluarga besar pemasyarakatan yang semakin harmonis.
“Setiap anggota tentu memiliki pengalaman dan tantangan masing-masing dalam menjalani kehidupan keluarga. Melalui pertemuan seperti ini, kita bisa saling berbagi, saling memberikan semangat, dan belajar dari pengalaman satu sama lain. Hal sederhana seperti ini dapat menjadi energi positif bagi keluarga,” lanjutnya.
Kebersamaan yang dibangun DWP juga memiliki manfaat dalam mendukung keluarga petugas pemasyarakatan. Para anggota dapat memberikan dukungan moral kepada pasangan dan keluarga melalui komunikasi yang baik, perhatian, serta menciptakan suasana rumah yang harmonis.
Dukungan tersebut menjadi bagian kecil namun berarti dalam perjalanan pengabdian seorang petugas. Ketika seorang petugas menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan, dan melaksanakan pembinaan bagi warga binaan, keluarga dapat menjadi tempat untuk memperoleh semangat dan ketenangan.
“Sebagai keluarga, kita tentu ingin memberikan dukungan terbaik. Bukan hanya dengan hadir dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dengan menjaga komunikasi, memberikan semangat, dan menciptakan suasana keluarga yang positif. Dengan begitu, setiap anggota keluarga dapat menjalankan perannya dengan baik,” tutur Erma.
Selain menjadi wadah silaturahmi, pertemuan rutin DWP juga memberikan ruang bagi para anggota untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Dari percakapan sederhana, dapat tumbuh kepedulian dan rasa saling memahami yang menjadi modal penting dalam membangun kekeluargaan.
Bagi DWP Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, nilai kebersamaan tersebut perlu terus dirawat melalui kegiatan yang sederhana, positif, dan berkelanjutan. Pertemuan rutin menjadi salah satu cara untuk menjaga komunikasi sekaligus memastikan hubungan antarsesama anggota tetap dekat dan harmonis.
Kegiatan kemudian berlangsung dalam suasana penuh keakraban hingga selesai. Dari sebuah pertemuan sederhana yang diisi silaturahmi dan goncang arisan, tersimpan makna bahwa kebersamaan dapat tumbuh dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.
Melalui kegiatan ini, DWP Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kekeluargaan di antara para anggotanya. Nilai tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan oleh keluarga besar DWP, tetapi juga dapat menjadi contoh bahwa hubungan yang harmonis dan saling mendukung merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan keluarga yang positif.
Sebab, kebersamaan tidak selalu membutuhkan kegiatan besar. Dari silaturahmi, percakapan sederhana, dan kepedulian antarsesama, tumbuh semangat untuk saling mendukung dan menjadi bagian dari keluarga besar pemasyarakatan yang harmonis. (nta).






