Lapas Narkotika Karang Intan Komitmen Bangun Budaya Literasi sebagai Bekal Reintegrasi Sosial Warga Binaan

Karang Intan, Fakta-news.com

Mendorong peningkatan wawasan dan budaya literasi, layanan perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk membaca dan meminjam buku sebagai bagian dari pembinaan kepribadian, Rabu (08/07/2026).

Melalui layanan perpustakaan, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengakses berbagai koleksi buku yang tersedia sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Warga binaan dapat membaca maupun melakukan peminjaman bahan bacaan sebagai sarana pembelajaran mandiri sekaligus mengembangkan kebiasaan literasi di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.

Pelaksanaan layanan perpustakaan berlangsung dengan tertib melalui pendampingan dan pengawasan petugas Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat).

Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, lancar, serta memberikan manfaat maksimal bagi warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian.

Keberadaan perpustakaan tidak hanya menjadi fasilitas penyedia bahan bacaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang membantu warga binaan meningkatkan kapasitas diri. Melalui aktivitas membaca, warga binaan didorong untuk memperluas sudut pandang, memperoleh informasi baru, serta membangun pola pikir positif yang dapat mendukung proses perubahan diri.

Petugas Seksi Bimkemaswat, Ardian, menyampaikan bahwa layanan perpustakaan merupakan salah satu bentuk dukungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas diri warga binaan.

“Kami terus mendampingi agar layanan perpustakaan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga binaan. Membaca bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi kegiatan positif yang dapat membangun pola pikir, meningkatkan wawasan, serta memberikan motivasi bagi warga binaan untuk terus berkembang selama menjalani masa pembinaan,” ujar Ardian.

Menurut Ardian, perpustakaan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang edukatif dan produktif. Melalui kegiatan literasi, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dilatih untuk membangun kebiasaan baik, meningkatkan kedisiplinan, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

Salah satu warga binaan berinisial ZA mengungkapkan bahwa layanan perpustakaan memberikan manfaat positif bagi dirinya dalam menjalani masa pembinaan. Menurutnya, kesempatan membaca berbagai buku membantu dirinya memperoleh wawasan baru sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Saya senang bisa memanfaatkan layanan perpustakaan karena dapat membaca berbagai buku yang menambah wawasan. Kegiatan ini membuat waktu saya lebih bermanfaat dan memberikan kesempatan untuk terus belajar serta memperbaiki diri,” ungkap ZA.

Pelaksanaan layanan perpustakaan menjadi salah satu wujud komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan pengembangan intelektual, karakter, dan keterampilan warga binaan. Melalui budaya literasi, Lapas berupaya menciptakan ruang pembinaan yang mendukung perubahan positif.

Melalui layanan perpustakaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus membangun lingkungan pemasyarakatan yang edukatif, humanis, dan produktif. Kehadiran ruang literasi tersebut diharapkan mampu membantu warga binaan meningkatkan kapasitas diri, membentuk pola pikir positif, serta memiliki bekal pengetahuan untuk kembali berkontribusi secara baik di tengah masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *