Karang Intan, Fakta-news.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan membuka akses pendidikan tinggi melalui launching Program Perkuliahan Strata II (S2) bagi petugas dan warga binaan. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin dalam penyelenggaraan program tersebut. Sebanyak 27 peserta mengikuti perkuliahan, terdiri dari 17 petugas dan 10 warga binaan, Selasa (08/09/2026).
Kegiatan dibuka langsung Kakanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, dan dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Ketua STIMI Banjarmasin Titien Agustina beserta tim, keluarga warga binaan, serta peserta perkuliahan S2.
Program Perkuliahan S2 menjadi langkah Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik petugas maupun warga binaan. Melalui pendidikan tinggi, peserta memperoleh kesempatan memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan kapasitas diri. Bagi petugas, pendidikan menjadi bekal untuk mendukung peningkatan profesionalisme dalam menjalankan tugas, sedangkan bagi warga binaan, pendidikan menjadi bagian dari pembinaan untuk mempersiapkan masa depan.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan kesempatan pendidikan tinggi tersebut sebagai bagian dari pemenuhan hak warga binaan untuk memperoleh pendidikan, pengajaran, kegiatan rekreasional, serta kesempatan mengembangkan potensi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian gelar, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk pola pikir, memperluas wawasan, dan meningkatkan kapasitas peserta. Bagi warga binaan, kesempatan ini menjadi bekal untuk mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan perkuliahan agar seluruh peserta dapat mengikuti proses pendidikan secara optimal.
“Kami akan memberikan dukungan sebaik-baiknya agar seluruh peserta dapat mengikuti proses pendidikan dalam lingkungan yang kondusif. Harapannya, mereka tidak hanya mengejar gelar, tetapi benar-benar mendapatkan ilmu dan mampu menerapkannya untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri, lingkungan, dan masyarakat,” ungkap Yugo.
Menurut Yugo, kesempatan menempuh pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam pembinaan warga binaan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri serta menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Kakanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, mengapresiasi pelaksanaan Program Perkuliahan S2 yang memberikan kesempatan belajar kepada petugas dan warga binaan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada STIMI Banjarmasin atas kolaborasi yang telah dibangun bersama Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan kesempatan pendidikan tinggi bagi peserta.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui peningkatan pengetahuan, wawasan, dan cara berpikir.
“Pemasyarakatan tidak boleh hanya dimaknai sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai tempat untuk memperbaiki diri, meningkatkan kapasitas, dan mempersiapkan masa depan. Jangan hanya mengejar kelulusan, tetapi kejarlah ilmu dan perubahan diri,” pesan Erwedi.
Sementara itu, Ketua STIMI Banjarmasin, Titien Agustina, mengapresiasi Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan dan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan atas terselenggaranya program tersebut. STIMI Banjarmasin siap mendukung proses pendidikan agar memberikan manfaat bagi seluruh peserta.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi petugas dan warga binaan, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan warga binaan untuk bisa kembali berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Titien.
Melalui Program Perkuliahan S2, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus membuka ruang pembinaan dan pengembangan kapasitas bagi warga binaan sekaligus mendorong peningkatan kompetensi petugas. Pendidikan diharapkan menjadi jalan perubahan yang memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bagi peserta untuk menghadapi masa depan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (nta).






