Karang Intan, Fakta-news.com –
Melalui program pembinaan kemandirian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengasah keterampilan menjahit warga binaan di area bimbingan kerja. Kegiatan tersebut mendorong peserta mengisi waktu dengan aktivitas produktif sekaligus mengembangkan kemampuan yang dapat mereka gunakan untuk membangun kemandirian setelah kembali ke masyarakat, Senin (24/08/2026).
Warga binaan mempraktikkan keterampilan menjahit melalui sejumlah tahapan kerja, mulai dari mengukur bahan, membuat pola, memotong kain, menyatukan bagian pakaian, hingga menyelesaikan jahitan. Mereka mengerjakan setiap tahapan secara cermat agar menghasilkan pakaian dengan bentuk dan ukuran yang sesuai.
Proses tersebut menuntut ketelitian dalam mengolah bahan serta konsistensi dalam menyelesaikan pekerjaan. Warga binaan belajar memperhatikan detail, mengatur waktu pengerjaan, dan menjaga kualitas hasil dari awal hingga tahap akhir. Kebiasaan tersebut turut membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
Petugas pengawas kegiatan, Rahmat Fahroni, mendampingi warga binaan selama proses menjahit berlangsung. Ia memberikan arahan ketika peserta menghadapi kendala teknis serta memastikan penggunaan peralatan dan pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan aman.
“Warga binaan mengikuti kegiatan dengan cukup serius. Kami memberikan arahan ketika mereka menemui kendala, terutama dalam proses pengerjaan. Pendampingan ini kami lakukan agar mereka semakin percaya diri mengembangkan keterampilan dan menyelesaikan pekerjaan dengan kemampuan yang mereka miliki,” ungkap Rahmat.
Keterampilan menjahit yang terus dilatih juga membuka wawasan mengenai peluang kegiatan produktif yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat. Kemampuan tersebut dapat digunakan untuk menerima jasa jahit, membuat pakaian, maupun mengembangkan produk kreatif sesuai minat dan keterampilan masing-masing.
Salah satu warga binaan berinisial MA mengaku senang dapat mengikuti kegiatan menjahit karena memperoleh kesempatan untuk terus mengasah kemampuan dan menghasilkan karya melalui keterampilan yang dimilikinya.
“Selama mengikuti kegiatan ini, saya bisa terus belajar menjahit dan memperbaiki kemampuan. Saya juga senang ketika bisa menyelesaikan jahitan sampai menjadi sebuah pakaian. Semoga keterampilan ini bisa saya gunakan dan kembangkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar MA.
Kegiatan menjahit turut memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kreativitas melalui pemilihan bahan, pembuatan pola, hingga penyelesaian produk. Mereka dapat mengeksplorasi kemampuan sekaligus belajar menghasilkan karya yang memiliki nilai guna.
Pembinaan kemandirian melalui kegiatan menjahit menjadi bagian dari proses persiapan warga binaan menghadapi kehidupan setelah bebas. Keterampilan yang mereka latih diharapkan dapat mendukung mereka dalam mencari peluang kerja atau mengembangkan usaha secara mandiri sesuai kemampuan yang telah diperoleh.
Melalui kegiatan yang mereka jalani dengan tekun, warga binaan tidak hanya belajar mengoperasikan mesin jahit dan mengolah bahan, tetapi juga membangun kebiasaan menyelesaikan pekerjaan dengan cermat dan bertanggung jawab. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal nyata untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri serta mendorong mereka berkontribusi positif setelah kembali ke tengah masyarakat. (nta).












