Lapas Narkotika Karang Intan Kembangkan Kreativitas Warga Binaan melalui Pembelajaran Seni Budaya

Karang Intan, Fakta-news.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan membekali warga binaan dengan pengetahuan dan keterampilan seni melalui pembelajaran Seni Budaya dalam Program Pendidikan Kesetaraan Paket B. Materi pembelajaran kali ini mengenalkan berbagai tarian tradisional Indonesia sebagai bagian dari upaya mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa. Sebanyak 18 orang warga binaan mengikuti pembelajaran yang berlangsung di Ruang Belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Senin (10/08/2026).

Pembelajaran tersebut menghadirkan petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Nurbaiti, sebagai tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket B yang merupakan perpanjangan tangan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Kecamatan Karang Intan. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi dalam memberikan akses pendidikan sekaligus mengembangkan potensi dan kreativitas warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Pada pembelajaran Seni Budaya kali ini, Nurbaiti menyampaikan materi mengenai tarian tradisional Indonesia. Warga binaan diperkenalkan dengan keberagaman seni tari yang berkembang di berbagai daerah, mulai dari asal-usul, karakteristik, makna gerakan, hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Melalui materi tersebut, warga binaan diajak memahami bahwa tarian tradisional bukan sekadar rangkaian gerakan, tetapi merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, serta identitas masyarakat di setiap daerah. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap seni tradisional.

Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengenal berbagai jenis tarian tradisional, mendiskusikan karakteristik gerakannya, serta memahami makna yang terkandung dalam setiap tarian. Peserta didik juga diajak untuk mengenali unsur-unsur seni tari seperti gerak, irama, ekspresi, dan kekompakan dalam sebuah pertunjukan.

Tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket B Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Nurbaiti, menyampaikan bahwa pembelajaran Seni Budaya menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada warga binaan.

“Melalui pembelajaran Seni Budaya, khususnya materi tarian tradisional, kami ingin mengenalkan kepada warga binaan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Selain menambah pengetahuan, pembelajaran ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan apresiasi terhadap seni, serta menanamkan rasa bangga terhadap budaya bangsa,” ujar Nurbaiti.

Salah satu peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, warga binaan berinisial HFZ, menyampaikan bahwa pembelajaran Seni Budaya memberikan pengalaman baru dalam mengenal keberagaman tarian tradisional Indonesia.

“Pembelajaran hari ini menarik karena kami bisa mengenal berbagai tarian tradisional dari daerah yang berbeda. Kami jadi mengetahui bahwa setiap tarian memiliki gerakan dan makna yang berbeda. Selain menambah pengetahuan, pembelajaran ini juga membuat kami lebih menghargai budaya Indonesia,” ujar HFZ.

Pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B menjadi bagian dari komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam memberikan pembinaan yang menyentuh aspek pendidikan, keterampilan, dan pengembangan kepribadian warga binaan. Melalui pembelajaran Seni Budaya, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan potensi diri.

Melalui kerja sama dengan PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendukung penyelenggaraan pendidikan kesetaraan sebagai bentuk pemenuhan hak warga binaan untuk memperoleh pendidikan selama menjalani masa pembinaan. Pembelajaran seni dan budaya yang berkelanjutan diharapkan dapat menjadi sarana positif dalam membangun karakter, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa sebagai bekal dalam menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat. (ism).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *