Karang Intan, Fakta-news.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan melalui pelaksanaan kebaktian rohani bagi warga binaan beragama Nasrani yang digelar di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Selasa (30/06/2026).
Kegiatan kebaktian diikuti oleh seluruh warga binaan beragama Nasrani dan berlangsung dengan tertib, aman, serta penuh kekhusyukan. Selama pelaksanaan kegiatan, petugas Lapas melakukan pendampingan dan pengawasan sebagai bentuk komitmen dalam menjamin pelaksanaan hak beribadah sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Pelaksanaan kebaktian menghadirkan Pendeta Ester Waty yang menyampaikan khotbah bertema “Harapan dan Pemulihan dalam Kasih Tuhan”.
Dalam khotbahnya, Pendeta Ester mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum introspeksi, pertobatan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Dalam setiap perjalanan hidup, setiap orang pernah menghadapi kesalahan dan kegagalan. Namun, kasih Tuhan selalu membuka jalan bagi pemulihan dan harapan baru. Masa lalu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik. Gunakanlah waktu pembinaan ini untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan bermanfaat saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” pesan Pendeta Ester Waty dalam khotbahnya.
Lebih lanjut, Pendeta Ester menegaskan bahwa perubahan sejati tidak hanya dimulai dari tindakan, tetapi juga dari pembaruan hati dan pola pikir yang dilandasi oleh nilai-nilai spiritual, kasih, serta pengharapan.
Salah seorang warga binaan berinisial AGT, yang mengikuti kebaktian tersebut, mengaku mendapatkan motivasi dan kekuatan baru melalui pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.
“Kegiatan kebaktian ini memberikan ketenangan dan harapan bagi saya. Firman Tuhan yang disampaikan membuat saya semakin yakin bahwa saya masih memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Saya ingin memanfaatkan masa pembinaan ini untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan mempersiapkan diri agar kelak dapat kembali berkumpul dengan keluarga serta diterima kembali oleh masyarakat,” ungkap AGT.
Sementara itu, Pendeta Ester Waty menyampaikan apresiasi atas komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam memberikan ruang pembinaan spiritual kepada warga binaan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
“Pembinaan kerohanian merupakan fondasi penting dalam proses pemulihan dan perubahan perilaku seseorang. Saya melihat semangat, harapan, dan keinginan untuk berubah dari para warga binaan yang mengikuti kebaktian ini. Semoga pembinaan yang diberikan secara berkelanjutan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih dewasa, bertanggung jawab, dan membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Pendeta Ester Waty.
Pelaksanaan kebaktian rohani ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara konsisten dilaksanakan oleh Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Selain sebagai pemenuhan hak beribadah warga binaan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan mental spiritual, serta penanaman nilai-nilai moral yang diharapkan mampu mendukung proses reintegrasi sosial.
Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berupaya menghadirkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan selama menjalani pidana, tetapi juga pada upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang lebih baik, produktif, dan bertanggung jawab. (nta).












