Karang Intan, Fakta-news.com –
Semangat Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-62 Tahun 2026 diwujudkan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan melalui aksi nyata bakti sosial berupa bersih-bersih fasilitas umum dan fasilitas sosial di Desa Lihung, Kecamatan Karang Intan, Sabtu (04/04/2026).
Kegiatan ini melibatkan jajaran petugas Lapas bersama masyarakat setempat sebagai bentuk nyata kontribusi UPT Pemasyarakatan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat integrasi sosial. Adapun sasaran utama kegiatan adalah Posyandu Desa Lihung, yang dilakukan pembersihan menyeluruh serta pengecatan ulang agar lebih layak, bersih, dan nyaman digunakan oleh masyarakat.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai pemasyarakatan yang humanis dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Bakti sosial ini menjadi wujud nyata bahwa pemasyarakatan hadir tidak hanya berfokus pada tugas internal, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian serta mempererat hubungan yang harmonis antara Lapas dan masyarakat,” ujar Yugo.
Sementara itu, Pembakal Desa Lihung, Aulia Rahman, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi yang diberikan oleh Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Posyandu sebagai fasilitas penting bagi pelayanan kesehatan masyarakat kini menjadi lebih bersih dan nyaman. Kehadiran Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memberikan dampak nyata bagi desa kami, sekaligus mempererat hubungan baik antara masyarakat dan pihak pemasyarakatan,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat gotong royong, di mana seluruh peserta bahu-membahu membersihkan area, merapikan fasilitas, serta melakukan pengecatan. Suasana kebersamaan tampak kuat, mencerminkan sinergi yang harmonis antara petugas dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan tidak hanya memperingati HBP Ke-62 Tahun 2026 secara simbolis, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat. (nta)












