Palembang, Fakta news.com
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palembang menggelar Pelatihan Mustahik Calon Pengusaha Kopi, BAZNAS terus berinovasi dalam upaya pemberdayaan ekonomi untuk membantu umat.
Pelatihan Mustahik Calon Pengusaha Kopi, bersama BAZNAS tersebut berlangsung di Ruang Parameswara Lantai 2, Jalan Merdeka No.1, 22 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Senin (10/11/2025)

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Baznas Kota Palembang Kgs. M. Ridwan Nawawi, S.Pd.I., MM, serta narasumber Salamah Sri Susanti, dan diikuti oleh 160 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pesantren, panti asuhan, hingga masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Kgs. M. Ridwan Nawawi menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan mustahik untuk menjadi pengusaha mandiri, khususnya di bidang perkopian.
“Untuk Program ini bukan sekadar pelatihan saja, tapi langkah nyata untuk membuka wawasan dan membentuk kemandirian ekonomi. Kami ingin para mustahik yang selama ini menerima zakat bisa naik kelas menjadi muzakki, yakni orang yang mampu memberi,” ungkap Ridwan.
Lebih lanjut, Ridwan juga menjelaskan bahwa Baznas fokus mengembangkan tiga sektor utama dalam industri kopi, yaitu kedai kopi, pengolahan (roasting), dan pemasaran (marketing).
Disini Para peserta diberi pemahaman menyeluruh tentang bagaimana membuka usaha kedai kopi, mengelola biji kopi dari petani, hingga teknik pengemasan dan strategi pemasaran modern agar produk kopi lokal mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Di Palembang memang tidak punya kebun kopi, tapi kita bisa menjadi pusat pengembangan dan pemasaran kopi dari berbagai daerah di Sumatera Selatan seperti Pagaralam atau Semendo. Permintaan kopi, terutama jenis Arabika, sangat besar. Ini peluang yang harus kita tangkap,”jelasnya.
Baznas akan menyeleksi dari 160 akan diambil 20 orang terbaik untuk dibina secara intensif dalam program lanjutan. Mereka akan mendapat pendampingan, pelatihan teknis, hingga dukungan modal usaha dan alat roasting dari Baznas serta mitra program.
Kgs. M. Ridwan Nawawi juga menambahkan bahwa dalam kesuksesan program ini tidak hanya diukur dari seberapa besar keuntungan yang diperoleh, tetapi dari perubahan mindset dan semangat kemandirian peserta.
“Keberhasilan bukan semata hasil akhir. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, berusaha, dan berani berubah. Dari mustahik menjadi pengusaha, dari penerima zakat menjadi pemberi zakat itu tujuan besar kami,” tegasnya.
Baznas Kota Palembang berharap agar program pelatihan ini dapat menjadi modal pemberdayaan ekonomi umat yang bisa ditiru oleh daerah lain.
Melalui kolaborasi, kreativitas, dan komitmen, Baznas ingin membuktikan bahwa lembaga zakat tidak hanya berperan menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi senjata perubahan sosial dan kemajuan ekonomi bagi masyarakat kecil., khususnya di Sumatera Selatan,”pungkasnya.**
(Jovi)












