fakta news.com
Viralnya dimedia sosial yang terjadi dimana jalan yang menjadi akses masyarakat dan pengguna kendaraan merupakan Akses yang sangat penting bagi masyarakat luas, hancur lebur sehingga sulit diakses oleh kendaraan dan pejalan kaki pun ikut merasakan,
Oleh karena itu Masyarakat Sumsel Mendesak Menteri PUPR – RI dan Menteri perhubungan (menhub), turun kelapangan Jalan Nasional Nyaris Putus Total di Tanjung Raya, Sugi Waras Muba.
Infrastruktur akses Jalan Nasional Sumatera di Kabupaten Musi Banyuasin menuju Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan sepanjang ratusan km Lintas Sekayu – Lubuk Linggau dalam tempo satu tahun ini dari 2025 – 2026 semangkin parah, amburadul, ribuan lobang sepanjang jalan Ruas Sekayu – Mangun Jaya – Sugi Waras – Ngulak kecamatan Sanga Desa batas kabupaten Musi Rawas sudah banyak menelan korban tewas, luka berat (Luber) dan Luka ringan (Luring) baik pengguna sepeda motor (R2) dan pengendara mobil, tegas M. Lekat Gonzales ketika memantau Jalan Nasional di desa Tanjung Raya pada hari minggu,(23/2/2026).

Menurut M. Lekat Gonzales, dkk ketika melakukan investigasi dilapangan “Memang benar Jalan Nasional Sumatera di desa Tanjung Raya kecamatan Sanga Desa, badan Jalan tinggal satu meter lagi amblas (Abrasi), akibat tergerus arus Sungai Musi,”ujarnya.
“Jika dalam satu minggu ini, tidak ada tindakan tegas dari pihak kementerian PUPR RI dan Menteri Perhubungan RI tidak mengatasinya bakal putus total tranportasi lumpuh jalur lintas provinsi pulau Jawa ke Sumatera,”ungkap M. Lekat dengan nada kecewa pihak pemerintah lambat dan pembiaran badan jalan putus.
Ketika diwawancarai awak media Sulaiman, SH Kepala Desa Tanjung Raya menjelaskannya bahwa,” Sudah 4 tahun yg lalu sudah dilaporkan ke Dinas PUPR Muba, BBPD, Bupati muba, Gubernur Sumsel dan Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Sumael (BBPJN), akan tetapi sekian tahun lalu dan sekarang belum ada tindakan darurat,untuk antisipasi jika Badan Jalan ambruk, ” Jelas Sulaiman didampingi warga.
“Kami beri waktu satu minggu kedepan jika tidak ada perhatian, kepedulian pihak pemerintah pusat, Provinsi Sumsek dan Bupati Muba atas keluhan warga muba, mura, pengguna Jalan dari lintas angkutan transportasi sopir mobil besar, kecil dan motor akan siap lakukan aksi demontransi jilid 2 Blokir Jalan, Bakar Ban bekas, Keranda Mayat, tanam batang pisang, Bentang Spanduk kain putih kacih 100 Meter untuk ditandatangani warga Sumsel, para sopir mobil, Aktivis, Ormas, Mahasiswa, dsbnya. Koalisi LSM, Ormas, Rakyat & Mahasiswa Musi Banyuasn dan Sumsel yang sudah melakukan aksi demontransi di Sugi waras, pada (4/2/2026) lalu,”katanya.
menurut Mauzan SH alias Bonang Aktivis Gempita Sumsel, Fitriandi, S. Sos DPD LAN Muba, bahwa kami sudah krisis kepercayaan kepada pemerintah pusat dan daerah, termasuk wakil rakyat Sumsel para anggota DPR RI dan DPD tidak punya nyali,kepekaan atas penderitaan rakyat selama ini,”kecam Mauzan.
Menurut Jauhari, SE dan Fitriandi, S Sos juga menambahkan bahwa,”Kami akan terus menyuarakan kepentingan publik gelar aksi demo baik di jalan nasional, kantor bupati, DPRD muba, Kantor Gubernur Sumsel, DPRD Sumsel.
Bahkan ungkap koyung M. Lekat Mengungkapkan Gonzales bahwa,”Bila perlu kita aksi ke Jakarta geruduk menteti PUPR, Menteri keuangan RI dan gedung DPR RI temui para wakil rakyat Sumsel yang sudh putus urat malu n tidak mampu memperjuangkannya,”tegasnya.
Koalisi lsm, Ormas dan mahasiswa muba dibawa komando Mauzan, Fitriandi, cs sebagai koordinator aksi (Korak) demontransi di Sugi Waras yang berita nya jadi Trending Topik Jalan Nasional Sumatera terjelek no.1 di Indonesia.
Lebih lanjut “Harapan kami jalan di Sugi waras ini diperlebarkan dan di cor beton permanen, bukan seperti sekarang pembangunan Jalan Nasional di Musi Banyuasin ancur lebur, rusak parah baru di bangun 3 bulan rusak lagi Ruas Betung – Sekayu – Mangun Jaya – Muara Lakitan ke Muara beliti km batas Kota Lubuk Linggau,”harapnya.
“Kami minta keadilan infrastruktur kalau mau bagus berkualitas konstruksinya butuh dana APBN tahun jamak 2 Triliunan rupiah 2026 – 2029, jelas Mauzan, dan kawan-kawan,”pungkasnya.
(Ling Ling JOVI)






