Palembang, Fakta news. com
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-63 di Gedung Azwar Agoes, Kampus Madang, Komplek RSUP dr. Moh. Hoesin Palembang, Kamis (3/10/2025)

Prof. Dr. dr. Radiati Umi Partan, Sp.PD-KR, M.Kes., FINASIM,Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsri, saat sambutannya mengungkapkan bahwa, FK Unsri harus mampu bersaing di era globalisasi, termasuk menghadapi kompetisi dengan tenaga medis internasional.
“kita berharap FK Unsri mampu meningkatkan pencapaian prestasi yang benar-benar nantinya berdampak bagi masyarakat, terutama di bidang kesehatan.
Untuk itu Unsri ditargetkan menjadi mercusuar pendidikan kedokteran di Sumatera Bagian Selatan, dan pada 2030 diharapkan mampu menjadi fakultas kedokteran terkemuka di ASEAN,” ujar Radiati yang mewakili Rektor Unsri.
Dalam kesempatan sidang Unsri tersebut juga menghadirkan orasi ilmiah dari dr. Aminuddin Harahap, alumni FK Unsri angkatan 1990 sekaligus dokter spesialis anak di RSAL dr. Ramelan Surabaya.
Aminuddin memaparkan hasil risetnya mengenai alat transportasi khusus bagi bayi baru lahir (neonatus) yang dilengkapi inkubator, respirator, serta didampingi tenaga medis. Inovasi ini terbukti meningkatkan angka harapan hidup bayi saat dirujuk dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke 8 rumah sakit rujukan.
“Golden time bagi bayi hanya sekitar 30 menit. Dengan sistem rujukan yang lengkap, risiko kematian dan komplikasi bisa ditekan. Investasinya memang besar, bisa mencapai miliaran rupiah, tetapi sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai nyawa anak-anak kita,” jelas Aminuddin.
lebih lanjut Dekan FK Unsri periode 2025–2030, Prof. Dr. dr. H. Muhammad Irsan Saleh, M.Biomed., mengatakan sidang senat ini merupakan puncak rangkaian Dies Natalis ke-63. Sejumlah kegiatan sebelumnya telah digelar, mulai dari seni, olahraga, bakti sosial di Palembang dan sekitarnya, hingga reuni akbar lintas angkatan yang dikenal dengan sebutan Temu Broyot Ngoroyok.
“Tahun ini juga ada kegiatan ilmiah dan bakti sosial yang dilaksanakan di Kepulauan Seribu. Puncaknya adalah sidang senat terbuka hari ini yang sekaligus menjadi forum ilmiah untuk memperkenalkan gagasan inovatif dari alumni,”ujarnya.
“Oleh karena itu Kami berpesan kepada seluruh alumni agar terus menjalin komunikasi dengan almamater. Karya dan inovasi nyata mereka menjadi bagian penting dalam membesarkan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya,”tutupnya.**
(Jovi)






